Ketik disini

Praya

Inspektorat : Politik Tingkat Desa Kejam

Bagikan

PRAYA A�– Inspektoral Lombok Tengah (Loteng) menyimpulkan, 18 desa yang dilaporkan bermasalah di Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya, ternyata sebagian besar bermuatan politis. Rata-rata tersangkut persoalan kalah dan menang dalam Pilkades.

a�?Politik ditingkat desa, mengalahkan permainan politik ditingkat kabupatan, bahkan provinsi,a�? sindir Inspektur Inspektorat Loteng Lalu Aswatara, kemarin (17/1).

Seharusnya, saran Aswatara dalam berpolitik, yang kalah berjiwa besar. Bukan sebaliknya, menyimpan dendam politik, lalu membuat perlawanan, hingga menjatuhkan. Jika itu yang dipelihara, maka pembangunan desa jalan ditempat, bahkan mundur. Alhasil, masyarakat pun dirugikan secara ekonomi.

Fakta dilapangan, diakui Aswatara Inspektorat menemukan berbagai kejanggalan dalam laporan kasus di 18 desa tersebut. Untungnya, jaksa menyerahkan terlebih dahulu sederetan kasus itu kepada Inspektorat, guna dilakukan audit investigasi dan kebijakanA� pengendalian internal.

Dengan begitu, lanjutnya ada beberapa desa yang bisa diselamatkan dan ada pula yang dilanjutkan proses hukumnya. a�?Yang kami rekomendasikan untuk dilanjutkan seperti, Desa Lekor dan Desa Landah,a�? bebernya.

Dari berbagai temuan itu, pihaknya menyarankan agar warga lebih rasional mencerna setiap masalah desa yang mencuat, jangan mudah terbawa emosi oleh kepentingan oknum tertentu. Sebaiknya, dikroscek atau dikonformasi kepada bersangkutan yang dianggap melakukan dugaan penyelewenangan anggaran pembangunan desa. Bukan sebaliknya, memvonis.

a�?Jangan sedikit-dikit main lapor, kasihan kepala desa. Berpolitik boleh, tidak ada yang larang, tapi berpeganglah pada aturan,a�? ujarnya.

Namun, tambah Aswatara kalau dipikirannya sudah diselimuti ambisius kepentingan kekuasaan, maka segala cara akan digunakan untuk menjatuhkan para pemimpin akar rumputnya masing-masing.

a�?Seperti itulah, yang saya alami. Tapi, saya lebih memilih tenang dan menyerahkan semua masalah yang ada kepada Allah SWT,a�? kata Kades Bonder Hamzan, terpisah.

Ia mengatakan, masalah di Desa Bonder yang sempat mencuat beberapa waktu lalu murni persoalan politik. Karena, ada lawan politik yang kalah dalam Pilkades, lalu melakukan gerakan menjatuhkan. Untungnya, Inspektorat dan aparat hukum bekerja profesional. a�?Sama juga yang terjadi di Desa Mantang,a�? lanjut Kades Mantang Zainal Abidin.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka