Ketik disini

Headline Politika

KPU Prediksikan Enam Paslon

Bagikan

MATARAMA�– Pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur yang akan berlaga di Pilgub NTB 2018 memang belum dibuka. Namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB memprediksi akan ada A�enam paket pasangan calon (paslon) akan maju di Pilgub NTB 2018. “Kita prediksi enam paslon ikut Pilgub,a�? kata Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori, kemarin (17/1).

Jumlah itu diprediksi berdasarkan 65 jumlah kursi calon dari partai politik (parpol) di DPRD NTB. Di mana parpol baru bisa mengusung calon dengan syarat 13 kursi atau 20 persen dari jumlah total kursi DPRD NTB. Artinya, tidak ada parpol yang bisa mengusung calonnya sendiri, sehingga mereka harus berkoalisi.

Ia mencontohkan, Partai Golkar misalnya punya sebelas kursi maka harus koalisi dengan satu partai lagi. Atau Partai Gerindra dan Demokrat yang punya delapan kursi, juga harus berkoalisi dengan partai yang kursinya lima atau enam.

Sementara untuk calon perseorangan, KPU memprediksi minimal tiga hingga empat paslon yang akan muncul. Jumlah itu bahkan bisa berkurang karena tidak mudah juga mengumpulkan dukungan KTP dari masyarakat. Meski yang disyaratkan sebanyak 300 ribu KTP. Karena akan ada proses verifikasi dan faktual data. Jika ini tidak dipersiapkan balon dengan matang, maka dipastikan tidak bisa maju.

Aksar juga memprediksi, Pilgub kali ini bakal lebih ramai dan seru dari pemilihan sebelumnya. Lantaran, berbagai kalangan putera puteri daerah bermunculan. Terlebih, dengan tidak lagi majunya TGB HM Zainul Majdi memimpin NTB dipastikan kandidat balon semakin percaya diri. a�?Meski begitu, kembali lagi semua ada ditangan masyarakat,a�? katanya.

Menurutnya, perkiraan enam paslon itu berkaitan dengan anggaran pilkada yang akan digunakan KPU. Secara umum, anggaran pilkada KPU hanya membiayai enam paslon pilkada. a�?Ini penting karena kebutuhan anggaran berbasis bakal calon dihitung,a�? ujar Aksar.

Banyaknya bakal calon yang akan maju, KPU juga menilai kemungkinan kecil muncul calon tunggal di Pilgub NTB 2018. Karena akan ada kampanye penolakan paslon dari masyarakat jika itu terjadi. a�?Calon tunggal muncul, jika paslon borong semuaA� pertai,a�? ujarnya.

Kecilnya peluang calon tunggal, karena tidak sebanding dengan jumlah figur yang muncul. Terlebih kehadiran PKPU 9/2016 membuat sejumlah kepala daerah ikut berperan. Artinya, di tengah kondisi demokrasi saat ini, masyarakat sudah jeli dan paham siapa yang akan dipilih. (ewi/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka