Ketik disini

Selong

Para Petani Ronda Malam, Takut Pohon Cabai Dicuri

Bagikan

Harga Cabai saat ini masih tinggi. Situasi ini ternyata selain memberi manfaat bagi petani, ternyata ini juga membuat mereka harus bekerja ekstra. Menjaga agar tanaman cabainya tidak dicuri orang.

***

HAWA dingin menyelimuti udara malam di sekitar area persawahan Beremis Selong. Daun tanaman cabai dan tomat milik Rubianto, salah seorang petani masih terlihat basah sisa hujan sore tadi. Rubianto duduk di berugak kecil di tengah sawahnya. Bersamanya ada dua orang yang ikut berjaga. Mereka ditemani secangkir kopi panas dan beberapa batang rokok guna mengusir dinginnya udara malam.

a�?Besok pagi mau panen, makanya ini sekarang kami ronda. Dua malam jelang panen kami selalu meronda,a�? tutur Rubi, sapaan akrab petani cabai ini kepada Lombok Post.

Berbekal senter dan pencahayaan seadanya sesekali Rubi bersama Junaidi keliling memantau area sawah tempatnya menanam cabai seluas 70 are. Lahan ini bukan miliknya. Ia mengaku menyewanya dari pemilik aslinya.

A�a�?Setahun Rp 9 juta, tapi sekarang sudah naik menjadi Rp 13 juta,a�? cetusnya.

Meski demikian, Rubianto mengaku tak masalah. Karena, jika dikelola dengan baik, menurutnya hasil dari pertanian cukup menjanjikan. Misalnya saja seperti saat ini. Dengan modal sekitar Rp 50 juta, ia bisa memastikan keuntungan dari hasil pertanian mencapai ratusan juta.

a�?Saya tanam cabai dan tomat ini modalnya Rp 50 juta. Sudah ditawar sama orang dibayar Rp 150 juta tapi saya tidak mau,a�? akunya.

Alasannya, sekali panen cabai Rubianto megaku mengantongi hingga Rp 9 juta. Ia sudah panen saat ini selama lima kali dengan kurun waktu seminggu. Sementara, untuk tanaman cabai normalnya, ia mengaku bisa panen 25 sampai 30 kali.

a�?Belum lagi tanaman tomatnya. Nggak apa-apa capek yang penting keuntungannya lebih banyak,a�? ucap pria ini.

Ketika harga naik seperti saat ini cabai seolah menjadi pohon uang. Sehingga, banyak orang yang bahkan rela mencuri tanaman ini.

a�?Di sawah sebelah di daerah Rempung, ada ratusan pohon cabai yang dicuri. Itu dimasukkan dalam karung. Makanya rata-rata petani cabai sekarang semua ronda mencaga pohon cabainya,a�? jelasnya.

Rubi menjual cabainya kepada sejumlah saudagar langsung setelah cabai tersebut dipetik di sawahnya. Per kilogramnya harga cabai mencapai Rp 70-80 ribu. Sementara di pasar, harga cabai bisa mencapai Rp 90 hingga Rp 95 ribu per kilogram.

Dengan melambungnya harga cabai, bukan saja petani yang harus bekerja ekstra. Aparat kepolisian pun terlibat ronda menjaga pohon cabai. Kapolsek Selong AKP Lalu Panca misalnya, harus turun ikut terlibat melakukan ronda tanaman cabai. Karena dari sejumlah laporan yang diterima Polsek Selong, banyak tanaman cabai petani yang hilang jelang panen. a�?Ronda malam akan rutin kami gelar bersama anggota sampa dengan musim panen cabai selesai,a�? ungkapnya ketika menyambangi sawah milik Rubianto. (HAMDANI WATHONI/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka