Ketik disini

Giri Menang

Payudara Membusuk, Andalkan Belas Kasihan Warga

Bagikan

Bau menyengat menyeruak di salah satu ruangan IGD RSUD Tripat. Aromanya kurang sedap bahkan cukup menusuk hidung siapapun yang berada di sekitar. Rupanya ini berasal dari salah satu payudara Inaq Minerah yang sudah dalam kondisi membusuk.

***

TATAPAN Inaq Minerah, warga Dusun Gunung Gundil, Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, kosong. Dia sesekali meringis kesakitan sambil mencoba memegang salah satu payudaranya yang sakit. Anak sulungnya, Abdur Rahman yang berada di sampingnya berusaha menenangkan sambil menguatkannya.

Hari itu (Selasa, 17/2), Minerah memang baru saja dirujuk dari Puskesmas Jembatan Kembar ke RSUD Tripat. Berdasarkan keterangan pihak RSUD Tripat, wanita berusia 47 tahun ini menderita kanker payudara. Oktober 2016 lalu dia divonis stadium dua dan kini diperkirakan sudah lebih parah.

“Sejak tiga bulan lalu ibu sudah tidak bisa bekerja lagi dan hanya berbaring di kasur,a�? cerita Abdur Rahman.

Penyakit mematikan ini menurut Abdur Rahman memang baru disampaikan sang ibu kepada keluarga, tiga bulan terakhir. Puncaknya saat minggu lalu benjolan di salah satu payudaranya meletus dan meninggalkan borok besar mengenaskan.

Awalnya Minerah tidak terlalu mempedulikan benjolan kecil di payudara sebelah kanannya. Seolah hanya angin lalu, ibu yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung ini masih tetap beraktivitas. Padahal termin waktu munculnya benjolan kecil hingga kondisinya sekarang memakan waktu lebih dari lima tahun. Namun dia enggan untuk memeriksakan ke dokter apalagi bercerita ke keluarga.

“Rupanya Ibu tidak ingin kami (keluarga, Red) kepikiran dengan penyakitnya. Sehingga dia coba menahan ketika rasa nyeri menyerangnya,a�? cerita pria 24 tahun ini dengan mata berkaca-kaca.

Ada banyak alasan yang membuat Minerah tidak terlalu terbuka dengan penyakitnya yang dalam istilah medis disebut carcinoma mammae. Pertama karena ketidakhuannya terhadap bahaya dari penyakit kanker payudara.

Dia juga tidak ingin membebani keluarganya yang memang sudah hidup di bawah garis kemiskinan. Minerah juga pesimis penghasilan dia sebagai pemulung dan suami seorang buruh bisa cukup membiayai pengobatannya.

Sebenarnya pengobatan tradisional juga sudah ditempuh ibu empat anak ini. Namun belum juga membuahkan hasil. Dia juga pernah akan dirujuk ke RSUD Sanglah, Denpasar tetapi pihak keluarga tidak menyanggupi lantaran merasa terbebani dengan biaya hidup selama menemani Minerah di Bali.

Kini Minerah pasrah atas apa yang akan terjadi pada dirinya. Pengobatan medis dari dokter menjadi satu-satunya yang bisa diandalkan untuk kesembuhannya. Belas kasihan dari para donator juga sangat dinanti untuk mendukung pengobatan yang mungkin membutuhkan waktu lama.

Cerita pilu Minerah ternyata mengundang banyak simpati dari berbagai kalangan. Kisahnya bahkan menjadi viral di kalangan pengguna media sosial Lombok Barat. Support dan bantuan seolah terus mengalir untuknya.

Salah satunya berasal dari istri mantan bupati Lobar Hj Nanik Zaini Arony. Kemarin, Nanik menyempatkan diri datang dan menyerahkan bantuan untuk Minerah. “Semoga Inaq Minerah bisa lekas sembuh dan keluarga tetap sabar mendampinginya,a�? kata Nanik.

Perempuan paro baya ini juga berharap akan lebih banyak lagi dukungan yang diterima Minerah. Pemerintah daerah juga diminta bisa terus mendampingi hingga Minerah bisa mendapatkan pengobatan yang layak dan tepat.

Sementara dokter jaga RSUD Tripat dr Hermin Hidayati Pratiwi mengatakan, belum bisa mendiagnosa stadium kanker payudara yang diderita Minerah. Dirinya masih harus menunggu hasil pemeriksaan histopatologi atau PA untuk kemudian dikonsultasikan dengan dokter ahli bedah. “Tapi kalau Oktober kemarin sudah stadium II berarti sekarang sudah lebih meningkat,a�? ujarnya.

Meski cukup sulit disembuhkan, pihak RSUD akan semaksimal mungkin mengobati Minerah. Tidak menutup kemungkinan dia akan segera dirujuk ke rumah sakit daerah yang memiliki tim medis dan peralatan lebih canggih. (Baiq Farida, Giri Menang/r5) A�A�A�A�A�A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka