Ketik disini

Ekonomi Bisnis

APII Kembangkan Wisata Syariah

Bagikan

MATARAM – Asosiasi Pariwisata Islam Indonesia (APII) NTB hadir untuk mengawal pariwisata syariah yang saat ini menarik perhatian dunia. Sekretaris APII NTB Rony Nurhidayat mengatakan, APII merupakan organisasi pariwisata yang dibentuk sejak 2012.

Rony menjelaskan, pihaknya kembali mengaktifkan organisasi itu setelah sempat vakum. Terlebih saat ini NTB dikenal sebagai salah satu daerah pariwisata halal di Indonesia setelah meraih penghargaan Halal Destination dan penghargaan lainnya.

“Kami menjalankan amanat Gubernur NTB Dr TGB HM Zainul Majdi untuk mengawal pariwisata syariah di NTB,” ujar Rony kepada Lombok Post kemarin (18/1).

Keberadaan APII itu diyakini tidak akan menabrak arus sehingga jadi bumerang terhadap pariwisata di NTB. APII juga memiliki anggota berbasis pelaku wisata baik hotel, restoran, dan biro perjalanan wisata.

Pihaknya bahkan sedang menyiapkan program kerja yang mendorong peningkatan sektor pariwisata berbasis syariah di NTB. Selain membenahi organisasi, APII juga berencana membentuk destinasi wisata baru tanpa memengaruhi destinasi wisata yang sudah ada.

“Tujuannya kan memberikan rasa aman, nyaman, dan bersikap ramah terhadap wisatawan muslim yang datang ke NTB,” ungkapnya.

Pihaknya juga membangun kerja sama dengan sejumlah instansi seperti Dinas Perhubungan NTB untuk menempatkan penunjuk arah bagi wisatawan ke sejumlah destinasi wisata di NTB. Nantinya penunjuk arah itu menggunakan tiga bahasa yakni Bahasa Indonesia, Inggris, dan Bahasa Arab.

Dia menilai penunjuk arah itu penting dan dibarengi dengan perbaikan sejumlah destinasi wisata yang ada di NTB. Lagipula, saat ini NTB kerap kedatangan wisatawan dari Timur Tengah dan beberapa negara Muslim lainnya.
“Kami akan bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk sertifikat halal untuk hotel dan restoran terutama pada kulinernya,” tegas dia.

Tidak hanya itu, pihaknya juga bekerja sama dengan instansi terkait lainnya seperti Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan, dan Dinas Perindustrian. Ke depan, pihaknya akan menerapkan kunjungan destinasi wisata religi baik ke sejumlah pondok pesantren dan masjid-masjid yang disiapkan sebagai destinasi wisata baru.

Program lainnya yang disiapkan APII adalah pemanfaatan bulan puasa Ramadan sebagai saat yang tepat untuk menggenjot sektor wisata syariah. Baik dengan cara menggiatkan wisata kuliner, mengadakan pengajian dengan mengundang ulama populer.

“Kami juga berencana mendatangkan Imam Masjidil Harram ke Islamic Center,” tandas dia.

Dia yakin pariwisata syariah di NTB akan bersinar. Lagipula saat ini sudah banyak bermunculan hotel syariah di NTB. Juga meningkatnya jumlah kunjungan wisata di NTB. Wisatawan asal Timur Tengah saja mencapai 30 persen dari jumlah wisatawan yang datang ke NTB. (tan/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka