Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Kaligrafi Kaca Banjir Pesanan

Bagikan

MATARAM – Skill dan kreativitas sangat menentukan perkembangan bisnis. Itu dibuktikan oleh Ahmad Musalla, pembuat dan penjual kaligrafi dan serta lukisan. Warga Karang Buaya Pagutan itu mampu membuat kaligrafi baik ukiran tulisan Alquran maupun cetakan untuk tempat ibadah. Dia membidik sejumlah tempat ibadah di NTB, perkantoran, dan rumah pribadi sebagai pangsa pasarnya.

Hasilnya menakjubkan. Bersama tiga rekannya, dia berhasil memenuhi pesanan dari sejumlah masjid di NTB. Bisnis itu dia jalankan sejak 2008 dengan cara mengerjakan sejumlah pesanan dari beberapa tempat ibadah.

“Bahan dasarnya kaca, cat, lem, dan tiner. Tapi tergantung volume pesanan, rata-rata sampai 30 meter kaca,” ujar Musalla kepada Lombok Post kemarin (18/1).

Berbekal kaca setebal 5 milimeter, Musalla mampu menyelesaikan pesanan ukiran kaligrafi baik untuk pintu, jendela, dan lainnya. Sejak dirintis, usaha tersebut dijalankan dengan baik. Dia nyaris tidak pernah mempromosikan bisnisnya melalui media.

Musalla menjelaskan, selama ini usahanya berjalan lancar dan selalu memperoleh pesanan dari berbagai pihak. Bahkan, dia terpaksa harus menolak pesanan jika dirasa tidak mampu menyelesaikannya.

“Kendalanya tenaga kerja yang kurang. Pekerjaan ini membutuhkan keterampilan yang memadai,” papar dia.

Beragam jenis kaca digunakan untuk memperoleh hasil yang signifikan seperti kaca grapir, sanblast, dan painting. Kaca tersebut dibeli dari langganannya di Cakranegara. Selama ini, dia mampu menuntaskan pekerjaannya selama 1,5 bulan. Tergantung volume pesanan.

Untuk sekali pemesanan dia memperoleh keuntungan hingga Rp 15 juta. Belum termasuk pesanan lainnya seperti untuk keperluan rumah pribadi. Pihaknya juga kerap menerima limpahan pekerjaan dari orang lain yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya.

“Kadang ada orang yang minta dilanjutkan pengerjaan proyeknya,” ungkap dia.

Terkait dengan usahanya itu, dia berharap ada bantuan pemerintah untuk menambah modal usaha. Selama ini dia menerima bantuan pelatihan dari Dinas Koperasi dan UMKM NTB serta dari Dinas Perdagangan. Awal 2017, Musalla sudah memperoleh tiga pesanan dari beberapa masjid. Dia optimis bisnis tersebut berjalan lancar. (tan/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka