Ketik disini

Sportivo

Mochtar Kecewa dengan IKASI NTB

Bagikan

MATARAM – Kepengurusan Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) NTB sudah lama tak aktif. Bahkan, organisasi olahraga Anggar ini sudah beberapa kali tidak pernah mengirim atlet ke Pekan Olahraga Nasional (PON).

Persoalan itu melahirkan kekecewaan dari pecinta olahraga Anggar di NTB. Salah satunya Mochtar Mathan. Pria yang berperan memperkenal Anggar di NTB sejak 1971 ingin sekaliA� melihat olahraga itu menggeliat lagi. a�?Saya sudah bersusah payah membangun olahraga ini, sekarang malah kepengurusannya tidak aktif. Saya kecewa,a�? keluh Mochtar Mathan, kemarin (18/1).

Pria 75 tahun itu mengatakan, untuk membangun olahraga butuh perjuangan panjang. Mulanya olahraga ini masih asing di telinga masyarakat. Setahun merintis, olahraga ini mulai digemari masyarakat. a�?Pada 1972 itu kita latih 30-an atlet,a�? jelasnya.

Saat itu, anggaran yang dimiliki organisasi IKASI NTB terbatas. Untuk membeli alat-alatnya pun tidak cukup. Namun, Mochtar dan beberapa rekannya terus berupaya mencariA� solusi untuk memenuhi alat-alat itu. a�?Kita jual kerbau, sapi, dan menyisihkan gaji,a�? terangnya.

Dengan upaya itu, Mochtar dan rekannya bisa membeli alat dan membina atlet. Dibeberapa kejuaraan tingkat nasional atlet Anggar NTB disegani daerah lain. a�?Kita selalu mendapatkan juara pada era 70-an,a�? jelasnya.

Pada 1977, Mochtar melatih atlet Anggar bersama beberapa rekannya. Seperti, David Wali Wangko dari Makassar, Rusdi Nursalam, Niko Wallian, Sukamto, dan Olivia Yohannes. Kala itu, Anggar itu kekurangan wasit. Sehingga, dia memutuskan untuk terjun ke dunia wasit Anggar. a�?Saya fokus untuk menjadi wasit dan tidak masuk dalam kepengurusan IKASI,a�? tuturnya.

Dengan aktifnya kepengurusan itu, prestasi atlet Anggar NTB cukup gemilang. Era 90-an atlet NTB Rita Firi pernah meraih medali perak pada event Asia-Oceania cabor Anggar di Australia.

Mochtar mengungkapkan, Rita Firi merupakan atlet yang berasal dari keluarga kurang mampu. Rita hanya mengandalkan prestasinya untuk mengusulkan beasiswa guna melanjutkan kuliah ke pemerintah Provinsi NTB. Namun, usulannya itu ditolak.

Namun nasib baik menghampiri Rita. Datang penawaran dari Wali Kota Makassar kala itu yang akan menanggung segalanya. a�?Dengan tawaran itu, Rita bersedia kuliah, melatih, dan menetap di sana,a�? terangnya.

Persoalan Rita, selanjutnya dijadikan sebagai pelajaran bagi Pengprov IKASI NTB kala itu. Namun, sejak saat itu, olahraga IKASI mulai melemah dan kurang menggeliat lagi di NTB.

Semenjak pergantian kepengurusan, IKASI NTB tidak lagi membina atletnya. a�?Saya dengar sudah tiga kali mereka tidak mengirim atlet lagi ke PON,a�? ujarnya.

Dia berharap, jika mereka tidak lagi sanggup membina organisasi itu seharusnya dialihkan kepada anggota yang lebih muda, agar pembinaannya bisa optimal. a�?Saya sedih mendengar jika cabor Anggar NTB akan dibekukan. Karena, untuk membangunnya itu susah sekali,a�? ungkapnya.

Sejauh ini, pihaknya juga tidak pernah bertemu lagi dengan para pengurus tersebut. a�?Entah bagaimana kabar mereka saya tidak tahu,a�? tuturnya.

Dia berharap, olahraga Anggar bisa menggeliat lagi, sehingga NTB bisa disegani kembali oleh daerah lain. (arl/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka