Ketik disini

Selong

Satu-Satunya Lurah Perempuan di Lombok Timur

Bagikan

Ada yang menarik dalam pengukuhan dan pelantikan sejumlah pejabat OPD Baru Pemkab Lotim belum lama ini. Dari sejumlah kelurahan yang ada di Lotim, hanya satu kelurahan yang dipimpin oleh perempuan yakni Kelurahan Selong.

***

A�Seorang pemimpin harus menjadi panutan bagi para pegawainya. Hal itu yang ingin ditunjukkan oleh Baiq Lian Krisna Yutarti. Perempuan kelahiran 29A� Juli 1982 ini diamanahkan menjadi pimpinan di Kantor Lurah Selong. Mulai menjadi lurah sejak 2 Januari 2016 lalu, ia kembali dipercaya melanjutkan kepemimpinannya dan dikukuhkan 16 Januari 2017 lalu.

a�?Bagi saya ini sebuah amanah yang dipercayakan pimpinan dalam hal ini kepala daerah kepada saya. Karena, kalu saya pada prinsipnya tidak pernah meminta jabatan,a�? kata perempuan ini ramah.

Penunjukan dirinya bukannya tanpa alasan, istri dari anggota Polsek Selong Heru Tama Adhadi ini telah banyak memiliki pengalaman di dunia birokrasi. Mengawali karirnya, ia pernah menjabat Kasi Kesra di Kantor Camat Selong. Kemudian pindah tugas ke sejumlah SKPD hingga akhirnya sekarang dipercaya menjadi satu-satunya lurah perempuan.

Menjadi seorang lurah perempuan tentu membuatnya harus bisa bekerja ekstra. Ia dituntut pandai membagi waktu antara tanggung jawabnya sebagai ASN serta menjadi seorang ibu rumah tangga.

a�?Ya tidakA� boleh lah melupakan tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah selama ini saya bisa tetap menjalankan kedua-duanya,a�? ujarnya.

Apalagi, sejak awal suami Baiq Lian mengaku telah mewanti-wanti dirinya. Karena, dengan bertambahnya tanggung jawab yang diembannya ia harus bisa membagi peran dengan baik. Khususnya bagi keluarga.

A�a�?Kalau suami saya yang jelas minta saya jangan neko-neko sebagai pejabat. Laksanakan tugas dengan baik dan tidak berbuat di luar aturan. Itu saja,a�? aku ibu dari Diva Safhira Fatimatuzzahra dan Muhammad Azka Dian Prasetya tersebut.

Seperti ibu rumah tangga pada umumnya Lian juga harus A�bangun subuh untuk menunaikan kewajibannya. Menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga hinggaA� memastikan bekal untuk dua buah hatinya yang akan ia tinggal berdinas. SetelahA� semua rampung barulah ia memulai peran lainnya sebagai lurah di ibu kota Lotim tersebut.

A�a�?Itu setiap hari kecuali hari libur dan hari minggu. Soalnya kalau nggak masak, anak-anak sama suami makan apa dong,a�? cetusnya tersenyum.

Tak hanya sampai di situ, selesai bekerja dari kantor lurah, ia harus menjemput anaknya pulang sekolah. Belum lagi, ia harus bisa membagi waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan mendidik anak. Karena, peran ibu diyakininya sangat menentukan karakter dan kepribadian seorang anak di masa mendatang.

a�?ya di jalani saja. Yang penting tetap bertanggung jawab, insyaAllah semuanya bisa kita lakukan,a�? pungkasnya. (HAMDANI WATHONI/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka