Ketik disini

Giri Menang

Alat Dilengkapi, SDM Siswa Ditingkatkan

Bagikan

Ditunjuk menjadi salah satu sekolah yang menggelar UNBK tahun ini. SMPN 4 Gerung terus berbenah. Tak hanya dari sarana penunjang, SDM siswanya pun terus digodok jelang UN online ini.

***

SETELAH Ujian Nasional (UN) tahun ini tidak jadi di moratorium. Sejumlah sekolah di Lombok Barat langsung tancap gas melakukan persiapan.

UN tahun ini dirasa lebih berat. Dengan mengharuskan sekolah menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Meski tak semua sekolah mampu menggelar UNBK, namun di Lobar sudah ada beberapa SMP yang dipersiapkan. Salah satunya adalah SMPN 4 Gerung.

Pelaksanaan UNBK yang semakin dekat, membuat sekolah yang berlokasi di bundaran Giri Menang Square (GMS) ini melaksanakan simulasi UNBK.

Simulasi ini tak hanya mencek kemampuan sarana penunjang seperti komputer dan jaringan internet. Melainkan kemampuan siswa juga diasah. Agar terbiasa saat pelaksanaan UNBK Mei mendatang.

Kepala Sekolah SMPN 4 Gerung Rohana menjelaskan, simulasi UNBK A�tersebut bertujuan untuk melatih siswa agar tidak tegang. Karena ini yang pertama bagi sekolah menggelar ujian online ini.

Selain melangsungkan simulasi UNBK jatah dari pusat Februari mendatang, Rohana mengaku sengaja melakukan persiapan sendiri. Inisiatif dari sekolah. “Karena kami ditunjuk. Mau tidak mau harus siap,a�? ujarnya.

Ini merupakan pelaksanaan simulasi UNBK pertama bagi SMPN 4 Gerung. Diagendakan berlangsung selama empat hari ke depan. Namun hal itu urung dilakukan karena alasan terkendala teknis. Sehingga diputuskan untuk digelar dua minggu.

“Awalnya kita ingin sampai sore. Tapi kita perhatikan kondisi siswa. Makanya kita adakan dua minggu,a�? ungkapnya.

Jumlah siswa SMPN 4 Gerung yang akan mengikuti UNBK tahun ini sebanyak 255 siswa. Sekolah pun melakukan simulasi bertahap. Empat hari pertama untuk 120 siswa. Kemudian tahap kedua empat hari kemudian diikuti oleh 133 siswa. “Mudahan lancar tidak ada kendala,a�? harapnya.

Meski sudah cukup siap menggelar UNBK, namun SMPN 4 Gerung masih terkendala dengan kurangnya komputer. Jaringan internet pun sering error. Ini mempengaruhi jalannya simulasi itu. “Kalau error, siswa sering kehilangan konsentrasi,a�? akunya.

Mengantisipasi kendala itu, sekolah pun sudah berkirim surat, meminta bantuan kepada dinas terkait untuk penambahan komputer.

Di sisi lain, aturan 1 berbanding 3 dari pusat masih belum bisa terlaksana di SMPN 4 Gerung. Sekolah paling tidak harus memiliki 80 komputer. Sementara ini sekolah baru memiliki 40 komputer.

Siswa sendiri sangat antusias dengan diselengarakannya simulasi ini. Selepas simulasi, terlihat mereka masih membahas soal yang ditampilkan saat UNBK. (M Zainuddin, Giri Menang/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka