Ketik disini

Tanjung

Bupati Najmul Minta Tingkatkan Pelayanan

Bagikan

LANJUTKAN KERJA SAMA: Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar (kanan) bersama Kepala Cabang BPJS Mataram Muhammad Ali mendatangani MoU kerja sama di kantor bupati, kemarin (19/1). PUJO/LOMBOK POSTTANJUNG – Pemkab Lombok Utara bersama BPJS Kesehatan melanjutkan kerja sama kepesertaan program jaminan kesehatan nasional (JKN). Keberlanjutan kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan MoU yang dilakukan di kantor bupati, kemarin (19/1)

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Mataram Muhammad Ali mengungkapkan, program JKN sekarang memasuki tahun keempat. Selama ini manfaatnya sangat dirasakan masyarakat yang menjadi peserta. a�?Sampai sekarang peserta JKN mencapai 172 juta di seluruh Indonesia,a�? ungkapnya.

Dijelaskan, jumlah tersebut merupakan kelompok penerima bantuan iuran yang bersumber dari APBN maupun APBD dan kelompok penerima bantuan penerima upah serta peserta mandiri. a�?Dari jumlah total tadi, 91 juta diantaranya adalah penerima bantuan iuran APBN dan 15 juta adalah penerima bantuan iuran APBD,a�? tambahnya.

Sedangkan untuk Lombok Utara sendiri, total peserta JKN berdasarkan data bulan Desember 2016 mencapai 197 ribu jiwa (85,4 persen). a�?Lombok Utara berada pada urutan terbesar kedua setelah KSB yang mencapi 92,71 persen dari jumlah penduduknya,a�? katanya.

Lebih lanjut, Ali menjelaskan, untuk Provinsi NTB, dari jumlah penduduk 51 juta jiwa, yang sudah menjadi peserta JKN mencapai 3,2 juta jiwa (63 persen). a�?Kami mengapresiasi ini karena ini menunjukkan komitmen dan dukungan positif pemerintah daerah termasuk pemerintah Lombok Utara,a�? tuturnya.

Kata dia, data ini menunjukkan pemerintah Lombok Utara mendukung gotong royong pembayaran kesehatan. Salah satu prinsip gotong royong ini adalah saling membantu antara daerah yang mampu dengan tidak mampu.

Dalam kesempatan tersebut, Ali juga mengungkapkan jumlah fasilitas kesehatan (faskes). Mulai dari faskes tingkat pertama, faskes lanjutan, laboratorium, apotek, dan lainnya yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Secara total di seluruh Indonesia berjumlah 26.327 faskes dan di dalamnya termasuk 1.949 rumah sakit.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi BPJS yang telah mengawal proses pelayanan kesehatan di Gumi Tioq Tata Tunaq. Namun ada beberapa hal yang mesti mendapat perhatian bersama.

Menurut Najmul, di satu sisi BPJS sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tetapi di sisi lain ada juga yang harus menjadi evaluasi. Karena banyak keluhan dari masyarakat mengenai pelayanan BPJS. a�?Yang sering dikeluhkan itu masyarakat sudah pakai kartu JKN tapi tetap disuruh membeli obat di apotek,a�? ungkapnya.

Dalam hal ini, masyarakat memahami seluruh biaya ditanggung pemerintah melalui BPJS. Sehingga seluruh biaya pengobatan gratis termasuk obat. a�?Ke depan perlu ada sosialisasi ke masyarakat. Jika memang ada obat yang harus dibeli, masyarakat harus mendapat penjelasan,a�? katanya.

Lebih lanjut, Najmul mengatakan, perlunya memberikan kesadaran kepada petugas di lapangan untuk memberikan pelayanan maksimal. Jangan membedakan pelayanan. Misalnya masyarakat yang mendapatkan JKN dari pemerintah dijadikan kelas dua.A�a�?Masyarakat yang membayar langsung justru dipercepat. Ini juga keluhan dari masyarakat yang ikut BPJS,a�? ungkapnya.

Selain itu, Najmul menekankan aga masyarakat yang ingin mendaftar BPJS tidak perlu dipersulit dengan syarat-syarat. a�?Untuk tahun 2017 pemkab menyiapkan Rp 2,3 miliar,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka