Ketik disini

Sportivo

Dewan Soroti Pelatda 2017

Bagikan

MATARAM – Pelatihan Daerah (Pelatda) 2017 mulai sorot. Padahal, Pelatda sendiri baru memasuki tahap perekrutan atlet.

Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB H MNS Kasdiono mengingatkan bahwa Pelatda itu wadah pembinaan atlet. Bukan untuk mencari keuntungan. a�?Ingat, PelatdaA�A�itu jangan dijadikan sebagai tempat untuk mencari honor di KONI NTB,a�? tegasnya, kemarin (19/1).

Sorotan itu tidak terlepas dari kebijakan KONI NTB menghapus dana kehormatan bagi pengurus KONI. Kasdiono khawatir Pelatda ini dijadikan celah untuk mencari honor.

Menurutnya, Pelatda ini harus benar-benarkan dijadikan wadah untuk membina atlet. Disamping itu, dia mengusulkan agar masing-masing cabor dilibatkan dalam Pelatda. Anggaran diberikan kepada cabor untuk kepentingan desentralisasi pelatda. Dengan begitu, sambung dia, cabor akan bertanggung jawab mengembangkan potensi atlet. a�?Sekarang kan KONI NTB hanya menunggu usulan nama dari cabor saja,a�? ujarnya.

Tanggung jawab cabor itu harus diawasi dengan baik KONI. Nah, hasil dari desentralisasi setiap bulannya harus dievaluasi.

Jika ada atlet yang tidak berkembang kemampuannya, harus ditegur. Begitu juga dengan pelatihnya. a�?Kalau tidak ada perkembangan dipecat saja,a�? tegasnya.

Kasdiono mengaku, sejauh ini pihaknya tidak pernah mendengar berapa target KONI NTB untuk meraih medali emas di PON XX/2020 Papua. Apakah akan bertambah dari target sebelumnya (15 emas) atau malah menurun. a�?Itu yang harus dipikirkan terlebih dahulu. Bukan hanya langsung melaksanakan Pelatda,a�? ujarnya.

Dengan adanya target yang ditetapkan itu, lanjut dia, bisa menjadi tolak ukur program apa yang dirancang selama masa Pelatda 2017. a�?Saya tidak mengerti dengan orang-orang pintar di KONI itu,a�? jelasnya.

Mantan ketua KONI NTB itu menyarankan Pelatda persiapan PON XIX/2016 Jawa Barat itu harus menjadi bahan evaluasi yang sangat penting. Karena, target 15 medali emas itu tidak tercapai.A�A�a�?Pelatda persiapan PON 2016 itu Pelatda bersejarah. Bayangkan mereka Pelatda dua tahun sembilan bulan. Tapi, gagal meraih medali emas,a�? sindirnya.

Sementara, ketua KONI NTB Andy Hadianto mengatakan, pembentukan Pelatda merupakan kesepakatan dari hasil rapat anggota KONI NTB. a�?Tidak semata-mata untuk mencari honor,a�? ujarnya.

Dia menegaskan, atlet dan pelatih yang masuk di dalam Pelatda dipilih secara selektif. Andy juga meyakinkan bahwa anggaran Pelatda itu akan digunakan untuk menggaji atlet dan pelatih. Bukan semata-mata untuk membayar honor pengurus KONI. a�?Ini murni untuk persiapkan PON 2020 di Papua. Bukan masalah untuk mencari honor,a�? tegasnya. A�(arl/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka