Ketik disini

Headline Sumbawa

Dicueki AMNT, Dewan Berang

Bagikan

TALIWANGa��Komisi I DPRD Sumbawa Barat dibuat meradang akibat ulah PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Beberapa kali surat yang dilayangkan Komisi I tidak pernah ditanggapi perusahaan tambang tembaga dan emas ini.

a�?a��Kami sesalkan sikap AMNT yang terkesan mengabaikan undangan hearing yang dilayangkan Komisi I. Beberapa kali kami undang, mereka tidak pernah mau hadir,a��a�� jelas Ketua Komisi I DPRD KSB HM Thamzil di kantornya, kemarin(19/1).

AMNT diundang khusus Komisi I untuk memperjelas semua persoalan terkait AMNT. Salah satunya tentang calon tenaga kerja yang masuk dalam waiting list (daftar tunggu). Waiting list merupakan calon tenaga kerja hasil rekrutan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) namun hingga perusahaan itu hengkang dan digantikan AMNT, status waiting list ini semakin tidak menentu.

a�?a��AMNT kita minta hadir untuk memberikan kepastian apakah waiting list ini tetap masuk dalam tanggung jawab AMNT atau tidak. Ini harus dijelaskan, supaya status mereka ini diperjelas,a��a�� katanya.

Hal senada disampaikan Muhammad Hatta.Anggota Komisi I DPRD KSB ini bahkan mengutuk keras tindakan AMNT. Sikap acuh tak acuh yang ditunjukkan manajamen AMNT seakan-akan melecehkan lembaga DPRD.

a�?a��Upaya kita selama ini seakan dianggap lalu oleh perusahaan ini. Kenapa mereka tidak bisa hadir memenuhi undangan Komisi I. Biar semua persoalan yang terkait dengan mereka itu bisa dijelaskan,a��a�� tandasnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku, DPRD secara kelembagaan seharusnya mengambil sikap tegas kepada AMNT. Alasan yang disampaikan manajemen perusahaan pengganti PTNNT ini sama sekali tidak masuk akal.

a�?a��Kemarin mereka minta waktu. Menunggu sampai pembahasan perjanjian kerjasama bersama (PKB) dengan karyawan tuntas. Minggu lalu, persoalan PKB sudah selesai, tapi begitu kita undang lagi, mereka tidak mau hadir,a��a�� katanya.

Dikatakan, Komisi I melihat tidak ada iktikad baik yang ditunjukkan AMNT. Sebagai perusahaan nasional, seharusnya mereka bisa menghargai daerah, tempat dimana mereka beroperasi.

a�?a��Atau mungkin ini sengaja dikondisikan AMNT. Ingat, mereka itu beroperasi di KSB, harusnya mereka bisa menjalin kemitraan dengan daerah. Persoalan waiting list misalnya, itu harusnya dijelaskan AMNT. Apakah tetap menjadi tanggung jawab mereka atau bagaimana,a��a�� katanya.

Abdul Haman, anggota Komisi I DPRD ini juga ikut mengeluarkan pernyataan pedas. Menurutnya, AMNT terkesan tidak mau tahu dengan persoalan yang terjadi di daerah saat ini. Salah satunya, tentang waiting list yang merupakan produk peninggalan PTNNT.

a�?a��Kami mau AMNT itu bisa menjelaskan, bagaimana kelanjutan waiting list ini. Agar daerah dan DPRD KSB sendiri tidak dibuat pusing oleh masalah ini. Kenapa, karena penyelesaian semua persoalan itu tergantung AMNT,a��a�� katanya.

Politisi partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) juga meminta Pemda KSB segera mengambil sikap tegas kepada AMNT. Apalagi, persoalan yang muncul selama ini semuanya membutuhkan penjelasan langsung dari AMNT.

a�?a��Kalau alasannya masih dalam proses penyesuaian, apa iya akan seperti ini terus. Jangan-jangan alasan ini akan digunakan sampai mereka selesai beroperasi di KSB,a��a�� tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) H Abdul Hamid yang ikut hadir dalam pertemuan dengan Komisi I DPRD KSB, kemarin berharap terkait persoalan waiting list ini bisa segera dituntaskan. a�?a��Pemda KSB butuh kejelasan AMNT agar semua persoalan ini bisa dituntaskan,a��a�� pintanya.

Sesuai data yang ada di Pemda KSB, jumlah waiting list hasil perekrutan yang dilakukan PTNNT sendiri mencapai 251 orang. Dari jumlah itu, yang masih tersisa saat ini tinggal 211 orang.

a�?a��Nasib mereka ini yang ingin kita perjelas. Kalau ada penjelasan langsung dari AMNT, selaku perusahaan pengganti PTNNT, mungkinA� masalahnya bisa segera dituntaskan,a��a�� katanya. (far/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka