Ketik disini

Politika

Jangan Saling Menyalahkan!

Bagikan

MATARAM – Sampai kemarin harga cabai masih tinggi. Anggota Komisi II DPRD NTB H Hamja menilai, persoalan kenaikan harga cabai lebih diakibatkan pada kondisi alam dan faktor cuaca. Karena itu, ia meminta untuk tidak saling menyalahkan dan mengajak pemprov untuk memikirkan langkah ke depan. Agar polemik harga cabai tak terulang lagi di masa mendatang. a�?Kita tidak bisa salahkan pemerintah, kan ini karena cuaca dan alam masalahnya,a�? ungkapnya, kemarin (19/1).

Namun, ia juga kurang sependapat dengan alasan pemprov NTB yang menyatakan ketersediaan cabai cukup untuk memenuhi kebutuhan warga. Karena disisi lain banyak yang dikirim ke luar daerah.

Dia menjelaskan, sudah hukum alam bagi pengusaha untuk mengirimkan produknya ke pasar yang lebih menguntungkan. Pemprov NTB, lanjutnya, perlu mencari jalan keluar atas permasalahan ini agar kenaikan harga cabai bisa diawasi.

a�?Stok cabai kata pemprov banyak itu di mana,a�? tanyanya.

Jika boleh memilih, sambung politisi Gerindra ini, para pengusaha cabai lebih memilih harga cabai yang juga murah karena akan lebih menguntungkan. a�?Pengusaha cabai kalau lebih murah lebih senang, banyak untungnya, sekarang harga mahal omzet kurang, sama saja bohong,a�? tambahnya.

Sementara itu, politisi PPP TGH Hazmi Hamzar menuturkan, perlu adanya pihak yang mampu mengendalikan harga cabai. Pengendalian dilakukan untuk mencegah lonjakan harga cabai yang kerap terjadi. a�?Pihak itu ya perusahan daerah,a�? ucap Hazmi.

Menurutnya, kenaikan harga hingga pendistribusiannya kewenangan itu ada di daerah. Mereka yang lebih tahu ke mana saja cabai didistribusikan pedagang. Meski cabai adalah barang bebas, dengan tidak adanya intervensi membuat harga cabai semakin liar di masyarakat. Selain itu, sudah seharusnya perusda yang membeli seluruh cabai tersebut di petani.

a�?Dengan demikian harga cabai bisa dikontrol,a�? tandasnya. (ewi/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka