Ketik disini

Sportivo

Luis Milla Tinggal Tanda Tangan Kontrak

Bagikan

JAKARTA – Setelah melewati perundingan yang alot dan penuh kerahasiaan, PSSI akhirnya menemukan kata sepakat dengan Luis Milla Apsas untuk menjadi pelatih tim nasional Indonesia selama dua tahun mendatang. Pelatih berusia 50 tahun itu diberikan tugas untuk mengarsiteki Timnas U-22 untuk SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

Salah satu sumber internal di PSSI mengungkapkan bahwa, mantan pelatih Timnas U-21 Spanyol itu bersedia memberikan tanda tangannya setelah berkomunikasi panjang dan tertutup dengan sejumlah elit PSSI. Pertemuan yang di tengah malam berlangsung di kantor PSSI di lantai 17 Grand Rubina, Kuningan, Jakarta, Rabu (18/1) lalu.

Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono dan Sekjen Ade Wellington adalah beberapa pejabat teras dari PSSI yang tampak dalam pertemuan itu. KeesokannyaA� harinya (kemarin, Red) Joko mengatakan bahwa mereka memang sudah bersua Milla. Hanya saja, masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan.

“Pokonya tuggu besok (hari ini, Red) saja deh. Kami akan mengumumkan semua pelatih timnas setelah sholat Jumat,” kata Joko. Namun, ketika disodorkan pertanyaan bahwa Luis Milla lah yang akan dipercayakan sebagai pelatih Garuda — julukan TImnas Indonesia–, pria asal Ngawi, Jawa Timur itu hanya bisa tersenyum.

“Tunggu saja sampai besok. Karena saya khawatir kalau malam ini menjawab iya, tapi ternyata ada kejadian lain yang membuat kesepakatan berubah, bisa- bisa saya dituding melakukan pembohongan publik,” timpalnya. “Toh, kalau sayaA� jawab malam ini, maka jumpa pers besok juga tidak ada nilai apa-apa dong,” sambungnya.

Dalam perkembangan yang sama, Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi mengungkapkan, selain pelatih timnas senior, mereka sudah mengambil keputusan terkait siapa yang akan menjadi pelatih di U-16 dan U-19. “Kalau pelatih Timnas U-16 Fachri Husaini, sementara untuk Timnas U-19 Indra Sjafri,” kata Edy singkat.

Fachri Husaini ketika dihubungi Jawa Pos mengatakan dia belum mendapat infromasi resmi dari PSSI terkait tanggung jawab besar yang diemban kepadanya. Meski begitu, mantan pemain timnas Indonesia ini mengakui bahwa dia siap mencurahkan semua kemampuan terbaiknya.

“Beberapa waktu lalu saya memang dihubungi oleh orang PSSI terkait jabatan ini. Tapi, belum ada keputusan resmi terkait hal itu,” kata Fachri. “Tapi, demi merah putih, saya siap saja untuk memberikan yang terbaik,” tuturnya. Pada 2014 dan 2015 lalu, Fachri sempat diberikan tanggung jawab yang sama. Namun, sebelum tampil di kompetisi internasional, PSSI dibekukan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga. (ben/jpg/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka