Ketik disini

Selong

Meninggal, Nelayan Dapat Rp 200 Juta

Bagikan

SELONG – Asuransi yang dilakukan pemerintah bagi para nelayan mulai dirasakan manfaatnya. Keluarga nelayan asal Kampung Mandar Desa Labuhan Haji mendapatkan dana asuransi sebesar Rp 200 juta. Itu setelah seorang nelayan di desa tersebut meninggal dunia dalam kecelakaan ketika mencari ikan.

“Ada seorang nelayan di Labuhan Haji, namanya Pak Supardi dia meninggal di laut saat menangkap ikan. Karena telah diasuransikan ia dapat dana sebesar Rp 200 juta,” kata Kabid Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Usaha Pembudidayaan Ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Timur (Lotim) Sabri.

Dana sebesar Rp 200 juta ini dijelaskan tidak ada pemotongan sedikitpun. Baik dari Dinas Kelautan dan Perikanan atau pihak yang lain. Dana tersebut dibayar oleh PT Jasindo yang ditunjuk bekerjasama dengan pemerintah pusat melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Asuransi bagi para nelayan ini dimulai 2016. Pembiayaan asuransi ditanggung pemerintah pusat. Untuk klaim asuransi, nelayan harus melengkapi surat keterangan kecelakaan dari Pol Air, keterangan ahli waris dan keterangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan.

“Paling tidak ini ada jaminan bagi nelayan dalam melaksanakan aktivitasnya melaut. Jadi mereka merasa diperhatikan,” jelas Sabri.

Untuk nelayan yang meninggal saat melaut mendapat asuransi Rp 200 juta. Jika nelayan tersebut meninggal di darat dengan normal maka mereka mendapat asuransi Rp 160 juta. Jika nelayan tersebut mengalami cacat seumur hidup makan ia mendapat asuransi Rp 100 juta. “Sedangkat nelayan yang sakit berat dapat Rp 20 juta,” cetus Sabri.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lotim H Taswirudin menerangkan bahwa nelayan yang mendapat bantuan premi asuransi nelayan sebanyak 3.500 orang. Namun saat ini baru 469 yang telah terbit kartu asuransinya. “Penerbitan nanti akan bertahap,” jelasnya.

Bantuan iuran premi para nelayan ini ditanggung pemerintah pusat selama satu tahun. Jika ingin melanjutkan maka para nelayan akan membayar sendiri Rp 175 ribu per tahun. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka