Ketik disini

Metropolis

Sekda Eko: Itu Bukan OTT

Bagikan

MATARAM – Persoalan istilah Operasi Tangkap Tangan atau OTT membuat Sekda Kota Mataram Effendi Eko Saswito, meradang. Eko menganggap, tindakan yang dilakukan Tim Saber Pungli NTB, beberapa waktu lalu bukan bagian dari OTT. Tetapi tidak lebih dari proses klarifikasi saja.

Menurutnya, istilah OTT itu berlebihan. Karena, tidak ada barang bukti di lapangan yang menunjukan bahwa pelaku memang tengah melakukan pungutan liar. a�?Siapa yang OTT?a�? ujar Eko dengan nada tinggi.

Sebagaimana informasi yang ia dapatkan dari Dinas Perhubungan Kota Mataram, Plt UPTD Perparkiran Kota Mataram AM (Inisial, Red) saat itu tengah bertugas. Mengumpulkan pungutan dari juru parkir di salah satu wilayah di Kota Mataram. Kejadiannya dikabarkan Rabu (18/1) lalu. Saat itu, lanjut Eko yang bersangkutan tengah bertugas.

a�?Yoh sesuai dengan keterangan dari Kepala Dishub yang bersangkutan sedang bertugas,a�? sambungnya, masih dengan nada meninggi.

Bagi Sekda, AM belum bisa dinyatakan telah di OTT. Bahkan ia menilai AM telah bekerja sesuai prosedur.

Jika pun saat ini AM masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, menurutnya itu wajar. Karena itu bagian dari upaya klarifikasi.

“Pak wakil juga sudah tegaskan, terkait program kerja Saber Pungli. Untuk mengingatkan pada semua pimpinan SKPD untuk disampaikan pada pejabat, karyawan dan karyawati, jangan sampai berimprovisasi,a�? tuturnya.

Hal ini untuk mewaspadai adanya potensi atau peluang melakukan pungli. Semua diminta bekerja sesuai dengan prosedur dan layanan yang berlaku. Sebab, Tim Saber Pungli Kota Mataram akan mulai memperketat pengawasan. Guna menghindari praktik yang merugikan masyarakat. a�?Kita harus bekerja sesuai dengan aturan,a�? tegasnya.

Sementara itu, menelusuri tentang kebenaran adanya gerakan operasi Tim Saber Pungli NTB pada salah satu pejabat Pemkot Mataram, Wakil Ketua Tim Saber Pungli NTB Ibnu Salim justru mengaku belum mengetahui detail persoalan. Melalui pesan singkat, pria yang juga menjabat sebagai Inspektur Inspektorat Pemprov NTB ini, menduga OTT dilakukan oleh Kelompok Kerja (Pokja). Anggotanya merupakan gabungan dari Saber Pungli NTB dan Saber Pungli Kota Mataram.

a�?Ya mungkin gabungan. Sebab di lapangan Pokja bisa bergerak kapan saja. (Terutama untuk) Menindak lanjuti laporan,a�? kata Salim.

Salim lantas meminta, agar media ini mengonfirmasi langsung pada Tim Saber Pungli Kota. Dari informasi yang coba dihimpun setelah mendengar informasi ini, Salim mendengar jika koordintor tim yang bergerak melakukan operasi malam itu dari Saber Pungli Kota.

a�?Kota koordinatornya itu. Coba tanyakan ke kota saja,a�? jawabnya.

Padahal sebelumnya, melalui sesi wawancara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, membenarkan adanya informasi dari Saber Pungli NTB melakukan penindakan pada AM. Informasi itu lantas diperkuat dari adanya keterangan yang diterima Mohan dari Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram yang menyebutkan bahwa, AM saat itu tengah bertugas pada saat terjaring operasi.

Pertanyaannya, lantas siapa yang sebenarnya melakukan operasi seperti informasi yang sempat beredar. Jika, Tim Saber Pungli Kota dan NTB sama-sama merasa belum mendapat laporan?. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka