Ketik disini

Tanjung

Hanya Bekerja 4 Jam Sehari, Tiap Pekan Ganti Tapal Kaki

Bagikan

Trawangan. Kedua kendaraan tradisional ini digerakkan tenaga hewan yakni kuda. Hampir setiap hari kuda-kuda yang ada di Trawangan menjadi motor penggerak pariwisata di sana. Bagaimana kondisi kuda-kuda tersebut?

***

KUDA menjadi salah satu hal yang penting di Gili Trawangan. Tanpa kehadiran hewan ini bisa dipastikan aktivitas di Gili Trawangan terganggu. Karena alat transportasi utama di Gili Trawangan selain sepeda adalah menggunakan tenaga hewan ini.

Cidomo sangat dimanfaatkan wisatawan sebagai transportasi untuk mengelilingi pulau dan menuju spot-spot yang diinginkan. Sementara cikar digunakan masyarakat maupun pengusaha untuk mengangkut barang-barang.

Banyak anggapan, kuda yang ada di Gili Trawangan dieksploitasi dengan bekerja setiap hari. Bahkan 2014 lalu ada petisi yang dibuat turis-turis yang datang agar menghentikan penggunaan kuda sebagai alat transportasi.

Menurut dokter hewan yang didatangkan Multi Bintang untuk memeriksa kondisi kuda-kuda ini, rata-rata kondisi kuda dalam keadaan baik. a�?Dibandingkan saat kita datang 2014 lalu saat kita datang pertama kali ke Gili Trawangan memeriksa kondisi kuda karena ada petisi dari turis, sekarang kondisi kuda-kuda ini lebih baik,a�? ujar drh Fitri Dewi Fathiya, kemarin (20/1).

Selain memeriksa kondisi kuda yang ada di Gili Trawangan, Asosiasi Dokter Hewan Kuda Indonesia (ADHKI) yang didatangkan Multi Bintang juga memberikan sosialisasi perawatan kesehatan kuda kepada kusir dan pemilik cidomo maupun cikar.

a�?Berbeda dengan daerah lain di Indonesia, di Gili Trawangan pengusaha juga aware dengan kesehatan kuda. Apalagi cidomo ini berada dalam satu wadah koperasi sehingga mudah memberikan pemahaman dan menjaga kesehatannya,a�? jelasnya.

Ditambahkan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan kondisi kuda yang mayoritas jantan ini dalam keadaan sehat. Tidak ada kuda yang menderita penyakit tertentu atau fisiknya lemah karena diporsir bekerja. a�?Maksimal kuda bisa bekerja hingga enam jam. Tapi dari penjelasan kusir dan pemilik kuda di Gili Trawangan, kuda hanya bekerja empat jam.

Bahkan dibagi waktunya per shift. Ini sangat bagus,a�? ungkap perempuan berambut sebahu ini.

Kepada pemilik dan kusir cidomo, Fitria memberikan sejumlah saran. Seperti dalam hal pemberian pangan, perawatan kesehatan, kebersihan kandang, dan penempatan kuda dalam kandang.

Untuk pakan, pemilik dan kusir disarankan memberikan campuran dedak dan rumput. Pemberian pakan dilakukan sehari tiga kali. Selain itu, di shelter (kandang) juga harus disediakan air minum yang memadai untuk setiap kuda. a�?Harus ada tempat air minum di kandang.

Dan ini kami lihat masih ada beberapa yang belum menyediakan, jadi kami imbau pemilik kuda untuk menyediakannya,a�? pesannya.

Selanjutnya, kondisi kandang kuda juga harus diperhatikan pemilik. Kuda tidak disarankan digabung satu dengan lainnya. Di dalam kandang juga harus dilengkapi serbuk kayu atau jerami agar kandang nyaman digunakan kuda beristirahat.

Kemudian satu bulan sekali, Fitria menyarankan agar tapal kaki kuda diganti. a�?Di sini malah seminggu sekali sudah copot dan diganti ini bagus,a�? katanya.

Menurut Fitria, pengetahuan pemilik maupun kusir kuda di Trawangan memang masih kurang. Untuk itu sosialisasi seperti ini sangat dibutuhkan.A� a�?Makanya sekarang kita sasar kusir karena mereka yang bersentuhan langsung dengan kuda-kudanya,a�? pungkasnya. (PUJO NUGROHO, Tanjung/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka