Ketik disini

Metropolis

Ini Kronologi Versi Dishub, Soal Penangkapan Pejabat Dishub oleh Tim Saber Pungli

Bagikan

MATARAM – Tertangkapnya AM (inisial, Red) Pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram dalam operasi Saber Pungli NTB Rabu (11/1) minggu lalu, akhirnya diklarifikasi oleh pihak Dishub Kota Mataram. AM sebenarnya bekerja legal, dan di bawah sepengetahuan pimpinan Dishub.

Sekretaris Dishub Cukup Wibowo mengatakan, pernyataan legal tidaknya kerja AM saat itu memang tidak sereta-merta memposisikan AM sudah dalam posisi benar. Sementara, operasi yang dilakukan Saber Pungli NTB, salah.

a�?Bukan, bukan begitu. Soal salah atau benar kami tidak ingin mendahului,a�? kata Cukup.

Ia mempersilahkan Penyidik Tim Saber Pungli NTB melakukan pendalaman, pada prosedur kerja AM waktu itu. Pada dasarnya, saat ini AM bekerja sebagaimana biasanya. Termasuk menahkodai UPTD Perparkiran. Di mana sementara ini AM menjadi pelaksana tugas (plt).

a�?Saat ini beliau bekerja seperti biasanya. Tetapi jika ada permintaan klarifikasi dari tim tentu tetap dihadiri,a�? terangnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Mataram H Khalid menceritakan, Tim Penertiban mulai bekerja November 2016 lalu. Tim ini dibentuk untuk mengawal perda nomor 7 tahun 2015 yang diperkuat dengan perwal nomor 9 tahun 2016.

Dalam perjalannya, Tim Penertiban ini disebutkan bekerja sangat produktif. Jumlah titik parkir yang sebelumnya dinyatakan sebanyak 587 titik bertambah menjadi 953 titik. Angka penambahan titik ini cukup menggembirakan. Pada waktu itu, kata Khalid, dirinya dan tim sangat optimis, target parkir yang selama ini sulit sekali tercapai, bisa terlampaui.

a�?Dengan adanya penambahan titik parkir sampai tiga ratus lebih kami yakin target parkir yang sulit tercapai selama ini, bisa tercapai. Lalu kami tindak lanjuti juga dengan perubahan jumlah titik parkir dengan menyiapkan draf SK wali Kota,a�? tuturnya.

Dalam perjalannya, tim kemudian mengusulkan melakukan uji petik. Tahapan ini dilakukan setelah semua pendataan dinyatakan tuntas. Begitu juga filing data dokumen kerja siap. Saat itu diusulkan dua tempat untuk melakukan uji petik antara lain, Sekarbela dan Ampenan.

a�?Tim ini usul melakukan uji coba dari yang kecil dulu,a�? terangnya.

Ia pun lantas menyetujui. Uji petik mulai dilaksanakan mulai sekitar 10 Desember 2016. Tentu karena ini uji petik di lapangan, mau tidak mau, penyetoran dilakukan di tempat itu juga. Hanya saja, Khalid menggaris bawahi, pengumpulan retribusi parkir di lapangan hanya dilakukan di dua tempat itu saja.

a�?Sementara sisanya tetap seperti biasa, nyetor ke kantor. Tetapi saya tekankan, penarikan setoran harus dilakukan sesuai prosedur yang ada. Kalau ada hasil uji coba harian, maka nanti harus disetor ke bendahara lagi,a�? terangnya.

Hasilnya, selama 1 bulan hingga akhir tahun, Khalid mengatakan hasil setoran di dua titik sangat menjanjikan. Tetapi persoalan kemudian muncul setelah tanggal 30 Desember 2016. Saat itu terjadi mutasi dan promosi besar-besaran menyusul berlakunya PP 18 tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah.

a�?Belum lagi kepala UPTD Perparkiran yang baru juga lowong karena pensiun. Maka saya ambil keputusan Plt UPTD Perparkiran dijabat oleh AM,a�? imbuhnya.

Berlakunya peraturan pemerintah baru, berdampak pada nomenklatur, tugas dan SOP struktur lama, tidak berlaku lagi. Praktis meski Plt Kepala UPTD yang baru sudah ditunjuk, AM bekerja seperti biasa menarik langsung pada para petugas parkir di Sekarbela dan Ampenan. Sembari menanti SOP baru untuk pengumpulan retribusi parkir.

a�?AM akhirnya terjaring operasi itu. (Tapi sebenarnya) OTT itu kurang tepat. Itu hanya untuk orang yang ilegal, lalu ditangkap dan dipenjara. Nyatanya AM saat ini hanya diminta klarifikasi saja,a�? terangnya.

Saat terjaring itulah, keesokan harinya Khalid langsung menghadap wali kota, dan wakil wali kota sekaligus ketua tim saber pungli Kota Mataram, serta Asisten I dan Kabag Hukum. Pihaknya memberi penjelasan terkait kronologi operasi waktu itu sehingga bisa melakukan langkah-langkah tepat menyikapi persolan yang ada.

a�?Ya mudah-mudahan ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua. Semoga persoalan ini tidak terjadi lagi,a�? tandasnya. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka