Ketik disini

Tanjung

Masih Ada Perusahaan Tak Jujur

Bagikan

TANJUNG – Untuk mengawasi jumlah tenaga kerja asing (TKA) tanpa dokumen lengkap, Pemkab Lombok Utara segera membentuk tim pengawasan. Karena disinyalir masih ada TKA yang tidak dilaporkan perusahaan tempatnya bekerja.

Kabid Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja PTSP Lombok Utara Itradim mengungkapkan, saat ini masih ada perusahaan yang tidak melaporkan secara jujur jumlah TKA yang diperkerjakannya. Karena takut akan mengeluarkan biaya lebih tinggi.

A�a�?Kita indikasikan masih banyak di Gili Trawangan TKA yang tidak masuk dalam data IMTA kita. Untuk itu kita akan melakukan pengawasan lebih kedepannya. Saya yakin pendapatan dari sektor ini akan lebih besar dari tahun sebelumnya,a�? ujarnya.

Untuk target pendapatan 2017 berasal dari IMTA diproyeksikan akan lebih besar dari tahun sebelumnya. Karena pada tahun 2016A� dari target Rp 1,8 miliar realisasinya mencapai Rp 2,2 miliar.

a�?Tahun ini kita akan lebih agresif dalam mengawasi para TKA yang ada di Lombok Utara khususnya yang ada di tiga gili. Saya meyakini jumlah TKA yang dipekerjakan oleh perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata kita ini lebih banyak dari yang dilaporkan,a�? tandasnya.

Untuk target sendiri dinas menargetkan pendapatan sebesar Rp 4,6 miliar lebih untuk tahun ini.Dari pendapatan sejumlah izin yang diproyeksikan besar akan masuk ke daerah itu adalah IMB sebesar Rp 2 miliar, IPTP-IMB sebesar Rp 25 juta, HO sebesar Rp 800 juta, IUP Rp 10 juta dan IMTA sendiri sebesar Rp 1,8 miliar.

Sehingga total pendapatan yang ditarget Dinas PTSP tahun 2017 ini mencapai Rp 4,6 miliar lebih.

Dari target ini ada sejumlah sektor yang targetnya stagnan seperti IMB maupun IMTA yang masih sama dari tahun sebelumnya. a�?Jika kita maksimalkan, saya yakin juga bahwa pendapatan dari semua sektor perizinan ini akan lebih besar dari target ini,a�? tambah Kabid Pelayanan Perizinan Terpadu Suriadin.

Dikatakan, langkah kedepannya bersama bidang lain akan lebih banyak dikoordinasikan. Karena dengan terbentuknya OPD baru, bidang-bidang lain saling berkaitan. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka