Ketik disini

Metropolis

Pembuatan Akta Kelahiran Dipersulit?

Bagikan

MATARAM – Prosedur pengurusan kependudukan di Kota Mataram dinilai masih kaku bahkan cenderung dipersulit. Terutama akta kelahiran. Warga keberatan adanya pencantuman akta pernikahan kedua orang tua sebagai syarat pembuatan akta kelahiran.

a�?Warga minta untuk tidak dipersulit,a�? ujar Lurah Pagesangan Barat, L Sweta Arif, kemarin (20/1).

Arif melanjutkan, hal tersebut menjadi masalah ketika kedua orang tua tidak memiliki akta nikah. Secara otomatis, akta kelahiran nantinya akan dibuat dengan hanya mencantumkan nama ibu saja.

a�?Nah hal ini yang jadi permasalahan karena nantinya dianggap anak di luar pernikahan sah,a�? sambungnya.

Ia mencontohkan, kasus salah satu keluarga di wilayahnya yang merupakan seorang pedande. Baik ayah maupun ibunya sama-sama pedande. Mereka memiliki anak yang hendak bekerja di kapal pesiar.

Ia diminta untuk membuat akta kelahiran, namun kedua orang tuanya tidak memiliki akta nikah. Akhirnya mereka diminta untuk membuat surat keterangan sah pernikahan.

a�?Tentu saja mereka menolak, karena pernikahan mereka memang sah,a�? sambungnya.

Ia menerangkan, Indonesia memiliki tiga jenis sahnya perkawinan. Yakni secara adat, agama dan negara. Kenyataannya sejauh ini pernikahan hanya dinyatakan sah setelah tercatat di catatan sipil.

a�?Padahal pencatatan sipil hanya ditujukan agar memiliki kekuatan hukum, bukan penentu sahnya pernikahan atau tidak,a�? tandasnya.

ia mengakui, jika pemerintah telah memberikan program isbat nikah. Namun hal tersebut belum menjadi solusi terkait pembuatan akta kelahiran. Masih banyak pasangan yang tidak memiliki buku nikah.

Sebenarnya, lanjut Arif, masyarakat sudah mulai sadar akan hal ini. Namun sarana dan prasarana masih belum memadai. Peraturan yang dibuatA� masih terbilang kaku dan justru dianggap mempersulit oleh warga.

a�?Sebenarnya kalau tidak pakai akta nikah, banyak yang akan buat akta kelahiran,a�? pungkasnya. (fer/r3)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka