Ketik disini

Kriminal

Sunat Dana KIP, Marzuki Kena OTT

Bagikan

MATARAM – Tim Saber Pungli Polres Mataram menangkap Marzuki, 46 tahun, ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Hayatun Nufus di Desa Mambalan, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar). Dia ditangkap karena diduga melakukan pemotongan dana untuk pelajar penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Menurut keterangan polisi, aksi pungli yang dilakukan Marzuki, dengan dalih mempercepat pencairan dana KIP. Jika penerima dana tidak menyetor, maka proses pencairan akan diperlambat. Karena itu, ketika dana cair, Marzuki akan meminta sebagian dana yang diterima.

a�?Biar cepat cairnya, maka peserta KIP harus memberikan sebagian dana yang didapatkan,a�? kata Kapolres Mataram AKBP Heri Prihanto, kemarin (20/1).

Masyarakat penerima dana KIP rupanya tak terima dengan aksi pungli tersebut. Mereka langsung melaporkan ulah Marzuki kepada aparat hukum.

Tim Satreskrim Polres Mataram yang telah mendapat laporan, langsung memulai penyidikan. Langkah operasi tangkap tangan (OTT) disusun tim untuk menangkap basah pelaku.

Kamis (19/1), sekitar pukul 16.00 Wita, polisi langsung meringkus Marzuki di Jalan Raya Desa Mambalan. Pelaku ditangkap usai menerima uang dari salah satu penerima dana KIP.

Ketika dilakukan penggeledahan badan, petugas menemukan satu amplop putih. Di dalamnya terdapat uang sejumlah RP 500 ribu, dalam bentuk lima lembar pecahan Rp 100 ribu.

a�?Kita temukan di saku celana kanan. Di dalam tas pelaku, ada juga data mengenai peserta KIP,a�? beber Heri.

Tak berhenti di sana, tim saber pungli juga melakukan penggeledahan di rumah pelaku di Dusun Penimbung Barat, Desa Penimbung. Di sini, polisi menemukan uang sebesar Rp 5.240.000, yang disembunyikan pelaku di dalam lemari di kamarnya.

Selain uang, polisi juga menemukan barang bukti lainnya. Yakni, daftar penerima program Indonesia pintar, 37 KIP, 11 kartu belajar PKBM Hayatun Nufus, dan stempel PKBM Hayatun Nufus.

Kata Heri, uang yang ditemukan tim saber pungli diakui pelaku dari hasil pungli terhadap peserta KIP. Setiap pencairan sejumlah Rp 1 juta, maka pelaku akan meminta bagian sebesar Rp 500 ribu.

a�?Korban sementara 13 orang. Uang yang kita amankan, itu sebagiannya telah dipakai pelaku,a�? bebernya.

Lebih lanjut, Heri mengaku masih melakukan pendalaman terkait modus yang dilakukan pelaku. Termasuk, sejak kapan pungli dilakukan Marzuki terhadap peserta penerima dana KIP.

a�?Kita masih dalami, apakah dalam pencairan sebelum ini pelaku juga melakukan hal serupa,a�? tandasnya.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka