Ketik disini

Kriminal

Warga Mulai Saling Klaim Lahan

Bagikan

MATARAM – Pembayaran lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang telah terverifikasi, menemui hambatan. Dari 4 titik seluas 46 hektare, hanya satu titik yang rampung. Sedangkan sisanya sebanyak tiga titik, masih dipastikan kepemilikannya.

Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono mengatakan, pengumuman ke publik terkait empat titik yang telah diverifikasi dan mendapat respons masyarakat. Di mana, sejumlah warga mengklaim memiliki lahan dalam tiga titik yang sudah diverifikasi.

a�?Banyak yang klaim, mungkin ada puluhan orang, itu di tiga titik. Sedangkan yang sudah clear baru di titik 17 titik saja,a�? kata Umar, kemarin (20/1).

Guna menyelesaikan persoalan tersebut, tim mediasi rencananya akan melihat kembali sejumlah sporadik yang dimiliki. Sebab, masing-masing orang yang mengklaim telah menunjukkan bukti kepemilikan lahan kepada tim.

a�?Nanti kita lihat saja mana yang lebih dulu keluar sporadiknya. Dan, tentu harus sporadik asli,a�? ujarnya.

Selain verifikasi ulang dari tim mediasi, kata Kapolda, pihaknya juga bisa menempuh cara lain. Yakni, dengan meminta pihak yang berkonflik untuk urun rembug lebih dulu. Menentukan siapa sebenarnya yang memiliki lahan tersebut.

a�?Bisa tergantung mereka juga untuk menemukan kesepahaman,a�? ucap dia.

Menurut Umar, keseriusan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dalam memberikan uang kerohiman terhadap pemilik lahan, menjadi sebab banyaknya pihak yang saling mengklaim. a�?Karena sudah ada uangnya, jadi maju (klaim, Red) semua,a�? kata jenderal bintang satu ini.

Meski demikian, Kapolda mengapresiasi langkah masyarakat yang melakukan komplain tersebut. Apalagi, mereka menyampaikannya secara elegan kepada tim mediasi. Klaim di awal, disebut Umar, akan lebih cepat menyelesaikan permasalahan dalam pembangunan KEK Mandalika.

a�?Daripada nanti langkah akhirnya digusur, sebab ini (lahannya) punya negara. Jadi pemerintah sudah baik, akhirnya diberikan uang kerohiman,a�? kata dia.

Mengenai satu titik yang sudah rampung, yakni di titik 17, Umar segera melakukan koordinasi dengan ITDC. Termasuk melaporkan hal tersebut kepada Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi.

Pembayaran untuk pemilik lahan di titik 17, akan dilakukan ITDC. Nantinya akan ditransfer langsung ke nomor rekening yang bersangkutan. a�?Kalau satu sudah dibayar, mudah-mudahan yang lain bisa mengikuti,a�? tandasnya. (dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys