Ketik disini

Sportivo

City yang Makin Frustasi

Bagikan

MANCHESTER a�� Manchester City kini sudah lupa caranya menuntaskan pertandingan. Mendominasi babak pertama, akan tetapi gagal mencetak gol dan kehilangan poin penuh pada babak kedua. Sekali lagi, setelah mengalaminya di depan Everton (15/1), City lagi-lagi melakukannya Minggu dini hari kemarin WIB (22/1).

Kali ini, Tottenham Hotspur yang berhasil melakukannya. Di Etihad, Manchester, Spurs menahan imbang The Citizens a�� julukan City a�� dengan skor 2-2. Lepasnya angka penuh tersebut terjadi setelah City unggul dua gol terlebih dahulu dari Leroy Sane menit ke-49 dan digandakan Kevin De Bruyne lima menit kemudian.

Dua-duanya berawal dari blunder yang dilakukan penjaga gawang dan kapten tim Spurs, Hugo Lloris. Keceriaan Etihad berubah begitu sundulan Dele Alli memanfaatkan crossing Danny Rose pada menit ke-58. Nah, assist Harry Kane ke Son Heung-min saat menit ke-78 jadi pemusnah asa tiga angka City di depan pendukungnya sendiri.

”Okay, kami bermain bagus, kinerja yang luar biasa. Sayang, dari banyaknya kans yang kami ciptakan, kebobolan sedikit, tetapi kami tidak mampu memenangi laga,” ucap tactician City Josep Guardiola kepada BBC Sports. City tercatat melakukan sebanyak 17 tembakan, dan hanya tujuh yang tepat sasaran.

Dari tujuh yang tepat sasaran, hanya dua gol yang dicetak Pablo Zabaleta dkk. Itu berbanding terbalik dengan Spurs yang mencatat dua kali tembakan tepat sasaran dari 6 total tembakan. ”Sama seperti Everton, empat kali menembak (tepat sasaran) empat kali pula golnya. Tottenham dua kali, dan dua gol terjadi. Ini hal yang tidak biasa,” lanjutnya.

Ya, gol Alli dan Son tersebut menjadi gol keenam yang menjebol gawang Claudio Bravo dari sekali tembakan tepat sasaran. ”Saya marah, saya juga sedih, tapi saya masih bangga dengan apa yang dilakukan pemain. Hasil ini tidak layak kami dapatkan,” klaim Guardiola. Ini kali pertama City gagal menang setelah unggul dua gol terlebuh dulu.

Kali terakhir, City mengalaminya ketika ditahan Burnley 2-2, 28 Desember 2014 silam. Apa yang sebenarnya terjadi dengan City? Melihat 45 menit babak pertama, tuan rumah begitu dominan dengan menguasai 53 persen permainan dan 11 kali mengancam Lloris.

Permainan direct dari belakang jadi modal City. FourFourTwo menyebut, strategi yang diminta Guardiola tersebut mirroring dari Jose Mourinho. Tepatnya saat Mourinho membawa Manchester United menang 1-0 atas Spurs di Old Trafford, 11 Desember lalu. Dengan formasi 4-1-4-1, bola-bola dari lini tengah City lebih deras.

A�Yaya Toure, David Silva, De Bruyne, dan kolaborasi Sane-Aleksandar Kolarov di sisi kiri menyulitkan Spurs. Terutama Rose dan Kyle Walker yang jadi lebih sibuk untuk bertahan ketimbang naik mengancam pertahanan City. Perubahan formasi di Spurs pada babak kedua jadi titik baliknya.

Dari formasi tiga bek 3-4-2-1, berubah jadi 4-2-3-1. Kevin Wimmer yang menjadi titik lemah di babak pertama diganti Son. Posisi Wimmer diisi Rose, dan Son bermain di sayap kiri. Rose yang mundur, begitu pula Walker. Ditariknya Toby Alderweireld karena mengalami cedera hamstring, diganti Harry Winks pada menit ke-65.

Sebagai gantinya, Vincent Wanyama ditarik jadi bek tengah bersama Dier. Lalu, di posisi Wanyama diisi Winks. Nah, setelah perubahan itu Alli memegang peran nomor 10 dan Christian Eriksen bergeser ke kanan. Perubahan itu yang membuat The Lilywhites a�� julukan Spurs a�� berbalik menguasai serangan.

Walker dan Rose jadi lebih mudah ikut naik membantu menyerang seperti di laga-laga sebelumnya. Kedua gol Spurs berawal dari penetrasi dari sayap. Dari Rose dan juga dari Eriksen. ”Mentalitas kami yang kuat, dan keinginan untuk memburu poin. Ya, inilah karakter kami,” koar Son.

Terpisah, Mauricio Pochettino sebagai nahkoda Spurs mengakui pemainnya dalam babak pertama bermain terlalu rileks. Karena itulah, Pochettino pada jeda babak pertama pun memberi wejangan ke anak asuhnya. ”Kami harus main lebih agresif lagi di semua area, lalu rileks dalam menyerang. Kadang keyakinan itu lebih berharga ketika Anda tidak dalam performa terbaik,” tutur pelatih berkebangsaan Argentina itu.

Meski begitu, satu poin Spurs bisa saja sirna apabila wasit Andre Marriner menilai dorongan yang dilakukan Walker kepada Sane di menit-menit akhir layak diberi hadiah penalti. Nyatanya, tidak ada penalti. ”Jelas bukan penalti. Ini akan sama jika komplain di balik gol Sane. Itu hand ball,” kata Pochettino dalam pembelaannya.

Apapun itu, laga sudah berakhir. Spurs gagal mereduksi gap poin dengan Chelsea di puncak klasemen. Begitu pula dengan City yang gagal menembus tiga besar klasemen sementara. Selain itu, City juga sementara sudah dipisahkan sembilan poin dari Chelsea.A� Akankah Guardiola menyerah? ”Tidak akan (menyerah), saya tidak akan menyerah,” sebut Guardiola kepada BT Sport. (ren/jpg/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka