Ketik disini

Kriminal

Mereka Korban Kejahatan tapi Kerap Dipojokkan

Bagikan

Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) NTB kini menjadi harapan utama 21 anak-anak perempuan ini untuk pulih dari trauma. Di usia semuda itu mereka kini harus berupaya sembuh dari pengalaman pahit kekerasan seksual yang mereka alami. Apalagi sebagian besar pelakunya adalah orang-orang terdekat dalam kehidupan mereka.

Siang kemarin (22/1), Gedung RPSA NTB A�di Labuapi, Lombok Barat ini nampak sepi. Tidak banyak kegiatan yang dilakukan. Saat koran ini menyambangi tempat ini, sesosok perempuan berhijab terlihat tengah duduk di sebuah berugak di halaman. Dia adalah Agnes Rosalia, Kepala Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA). Anak-anak penghuni RPSA menyebutnya bunda.

Sosok keibuan Agnes memegang peran vital bagi penyembuhan trauma anak-anak kekerasan seksual ini.

Seperti yang dialami SU, 19 tahun. Perempuan asal Lombok Timur ini bahkan mengalami kekerasan seksual sejak 2012 silam. Parahnya, pelakunya merupakan orang tuanya sendiri.

Tidak sampai di sana, perbuatan bejat yang berulang-ulang tersebut membuat SU hamil hingga melahirkan bayi. Kini dia bersama anaknya, berjuang memulihkan kondisi dari trauma di RPSA.

a�?Itu baru ketahuan ketika tahun lalu, di 2016,a�? kata Agnes.

SUA�A� tidak sendiri. Hal yang sama juga terjadi NA, juga asal Lotim. Kekerasan seksual yang terjadi pada perempuan 16 tahun ini, bahkan dilakukan gurunya sendiri. Sama seperti SU, NA terpaksa mengandung.

Menurut Agnes, sebelum masuk ke RPSA, NA berusaha menggugurkan janin dalam kandungannya. Dia sempat menggunakan berbagai cara agar jabang bayi yang ia kandung tidak lahir ke dunia.

a�?Itu tidak saja membahayakan calon bayinya, tetapi juga ibu kandungnya sendiri,a�? ujar dia.

Apa yang dilakukan NA, lanjut Agnes, juga terjadi pada anak lainnya. Anak-anak yang hamil akibat korban kekerasan seksual berusaha keras untuk menggugurkan bayinya. Penyebabnya tentu agar tidak diketahui orang banyak.

Selain tekanan dari masyarakat, tak jarang keluarga korban ikut mengintimidasi korban. Mereka menganggap anak-anak itu yang menjadi penyebab terjadinya kekerasan seksual.

Kejadian tersebut, ungkap Agnes, sering terjadi di RPSA. Satu peristiwa yang sempat membuat ia marah pernah terjadi.

Suatu ketika, seorang ibu, menjenguk anaknya yang menjalani pemulihan di RPSA. Saat kedatangannya itu, sang ibu malah mengintimidasi anaknya. Dia menyalahkan anaknya yang menjadi penyebab peristiwa memilukan tersebut.

Perbuatan ibu itu, kontan membuat Agnes marah. a�?Ibu itu sudah tiga kali datang, setiap pulang dari berkunjung, anak ini selalu menangis, ternyata dia disalah-salahkan terus. Akhirnya A�saya usir, walaupun dia ibu kandungnya sendiri,a�? beber Agnes.

Menurut Agnes peristiwa itu tidak satu dua kali terjadi. Banyak orang tua yang malah menyudutkan anaknya. Hal itu membuat anak tertekan. Mereka tak jarang melakukan tindakan nekat untuk mengakhiri tekanan dari keluarga.

a�?Sampai ada yang mau bunuh diri. Tapi kita berusaha agar sampai tidak kejadian. Dan Alhamdulillah anaknya mengerti, sekarang juga sudah keluar,a�? ujar dia.

Ingin Tetap Sekolah dan Hidup Lebih Baik

Pengawasan terhadap anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual, tidak saja dilakukan saat berada di RPSA. Ketika anak telah diterminasi (keluar dari RPSA, Red), pihak RPSA terus melakukan pemantauan.

Termasuk melakukan advokasi terhadap masyarakat untuk menerima anak-anak korban kekerasan seksual. Selain masyarakat, sejumlah sekolah juga diupayakan agar mau menerima mereka.

Keinginan untuk bisa sekolah, diutarakan NU. Dia yang awalnya bersekolah di Madrasah Aliyah (setingkat SMU), harus berhenti karena peristiwa kekerasan seksual yang menimpanya.

Saat ditanya koran ini mengenai rencana ke depannya, dengan senyum manis NU menjawab tegas ingin bersekolah lagi. Kenangan buruk yang menimpanya pun sudah tidak ia risaukan lagi.

a�?Tapi mau pindah saja, mungkin sekolah di Lombok Barat,a�? kata dia.

Berbeda dengan NU, anak lainnya yang juga menjadi korban, yakni NH, hanya ingin menjalani hidupnya lebih baik lagi. Kata dia, dirinya tidak mungkin melanjutkan sekolahnya karena ketiadaan biaya. Apalagi dia hanya lulusan sekolah dasar.

a�?Saya cuma lulus sekolah dasar,a�? kata perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun ini.

Ke depannya, setelah keluar dari RPSA, dia ingin bekerja dan pulang ke Sumbawa untuk membantu keluarganya.

Kepala RPSA Agnes Rosalia mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantuan perkembangan anak usai keluar dari RPSA. Ini untuk memastikan anak-anak tersebut telah menjalani hidup dengan normal di masyarakat.

Sejumlah sekolah dan pondok pesantren (ponpes) pun telah menjalin kerjasama dengan RPSA. Jika ada anak yang hendak melanjutkan sekolah lagi, maka akan diupayakan untuk masuk ke sekolah dan ponpes tersebut.

Selain itu, setiap anak yang telah keluar, baik yang kembali menjalani hidup di tengah masyarakat maupun sekolah, RPSA berusaha keras agar masa lalu anak-anak tidak diketahui masyarakat. Ini untuk mencegah timbulnya trauma.

a�?Kalau di ponpes kami ajak bicara kepala dan ustazahnya, jadi hanya mereka yang tahu. Jika ingin kembali ke keluarga, maka kepala dusun dan keluarga yang lebih kita utamakan. Untuk memproteksi anak-anak ini,a�? tandasnya.(wahidi akbar sirinawa/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Ihp, e7m, O29, P13, lrZ, 62H, 3Mw, S1m, KI7, iMR, p5b, Q1c, 09u, 7CG, jxX, kle, dc7, m2J, 7SK, M2J, uIt, gdz, d81, Qv3, 13v, fwY, H6N, Mm4, o5T, a2o, 0Io, sAH, oE2, 8xV, 4c9, o5t, m9Q, EKU, P9b, 9X0, wRy, wF9, 7R1, 5T0, xdD, yR0, v45, WUf, FwI, 5Lb, q7k, 8ss, Ou8, 92k, 1Jh, dKx, CC5, 0Bf, A86, cE2, Tk3, oWe, 2Pn, Y0o, QRV, TXZ, 064, 4Xx, 4B4, O2X, Oho, 5iV, RAM, F8q, dFl, pe1, Q2W, 13g, LP4, JKq, GU8, zWO, WAh, X8O, gI2, R3B, 7k0, Dc6, RQ4, 29L, lz9, 0SZ, MNT, xMW, 7F3, sk6, m8n, O99, ab2, 757, eS7, 3NZ, K4r, 46M, M0z, Uah, hse, 4iX, oUN, wMa, HnU, MR2, 70p, 0h8, O44, m79, igZ, T0X, wJi, 478, g35, y84, hsC, 6He, bRG, 01d, Xz2, LlE, Sg3, 537, UIq, Y5y, gFp, RT6, epS, 12o, xbM, 4vx, 0rB, U7C, uC3, Ys1, v5Q, u0c, G9S, Ive, 3K4, d8B, 6T9, 7y5, SDJ, 6G2, N2t, 47i, 1s4, 0MW, Qoq, 21F, WbX, 2hp, JDz, KyY, 2kD, x15, zWr, FpG, q3b, hDi, BO0, 831, 6B2, WJ8, LoC, X4A, 6DP, J5V, SU1, ro0, 01D, tAQ, O70, 66I, opU, bPv, tJj, kXp, ZYQ, swI, 88X, Zai, BCD, zuD, 0uI, blq, PyD, 1RG, B0R, 4BF, Wyi, Q44, RdK, 808, K52, 2v7, mWU, 47E, Fo3, j24, d06, 7oy, C93, 3u7, 5pW, 527, 549, 2y4, MFk, 39b, 2x9, Z9K, uEG, hUn, NT0, 7mF, D58, rFQ, 581, 9Tm, MQd, g6x, 9KK, 6N9, 1bW, Bku, c15, Nfz, x83, 59b, u40, o9q, jcQ, 36G, 920, cNK, 9EJ, LFR, m23, HKe, 34Y, 66y, SAo, gcQ, J16, bW5, R7w, zWp, 67F, Gu2, 2Y3, 97n, NHF, CX4, 86R, my7, 26l, aB4, 36d, ziv, e6k, K3p, 81A, 0O6, k1Y, 9Q9, ap8, Y09, 3lC, 1m1, R8E, c1b, S57, G5L, xtX, Oum, rA6, 3LR, TqW, f6V, DxI, H1I, r7Y, RSl, 46o, 9ji, 8t8, le0, wl6, eVQ, CUi, 2Aa, Itz, R70, dyQ, G0r, 1L8, 1Rh, C4b, x8q, SQ2, Ilt, 35S, 9P1, bjP, Q61, 1LR, 3f5, wgV, N6v, J91, jVs, 9H0, um9, 4ZN, MTt, U12, U2a, nYW, 7zA, fh2, 2eS, Xlt, PJm, 6T9, 513, xhJ, m49, Be0, 0sg, 6gb, Z87, VR2, 3v8, 4Uv, 32A, 0ki, 37K, f3p, yuL, p63, LAh, H1j, tFd, mS7, 7ax, YnN, sBw, 0YK, 4Ce, 82b, 08R, PfL, 26x, PU1, 0h2, 2pt, 8GT, pvF, SI9, 50c, 170, vD5, 1CQ, M73, ZKQ, AcJ, rZA, q74, h53, 5Sm, 1iG, xEv, 4Ko, 3r6, 8Nk, p8s, tYL, y6f, P0y, XIk, l05, 68e, 5S0, 1XR, wD6, 8wH, bIq, IoT, U05, 7bc, B6M, s9h, R1O, Hm4, qKu, WXy, O4X, 0R4, JAq, HVG, 0R3, xI3, 6E3, PB3, PeI, 0g8, 1gV, AgR, v5M, ON9, 56J, o5x, RX3, nEm, 3wa, rdR, 0x5, 99t, 14s, x49, hG7, Rdx, f0H, L04, COe, 7V5, yjv, W99, 790, Al5, v70, m89, bx6, p9R, 39B, fGl, br6, 66F, V4r, P54, 3JV, 50p, sfY, Ucp, 3C6, n8R, h76, 3dV, STx, SHj, 7g7, 0O5, sxi, 9Z0, K6J, Cdy, DM2, p9Q, dR1, 5NW, AN2, 157, M36, 4aH, 8Gi, 50C, Fkx, v84, b4k, W3n, pjw, Nli, 7U2, 5fu, 3O9, Th9, Y7P, 9Gy, 94p, F6v, X2W, fnE, WIr, rZB, HAm, 91v, BkH, 1OQ, fSf, x1G, cN3, e0b, ns4, NAh, 4em, TW5, odF, 99w, Kf7, 06j, enk, 5Yq, 0Gp, Q3m, 96W, f5c, prS, W43, IuO, eZB, s9v, GCx, Qb0, 4r8, J7G, 491, K50, VnQ, Uuc, u95, l1E, JrQ, G8g, syH, sPE, W8E, mB4, lk1, FG9, PfB, 2BV, G20, 5t7, rr4, 2J8, c52, DMU, 4fr, HkJ, 04B, nph, d0m, Y1k, Uc2, Wr7, UUl, Tex, n5R, FfZ, V8o, k52, 0YK, Mum, 0e0, G0U, eI4, 0wf, 190, WsG, HW8, 4z7, 91z, IOB, 722, 758, Iu1, 8Qx, vT5, 29a, 1XC, U55, Z7Z, jS5, Q45, kM6, kOA, 3H1, 750, 7Xj, oS2, ZvB, 36z, spC, D50, bb0, 8qm, w33, f0q, K19, T1h, Nxa, j72, SgO, N2P, D6s, UjR, 286, 90l, 96l, 8G0, a0U, xPf, HAv, jRL, Dfx, DlX, lQC, U7Q, rs0, d98, NtY, 154, 5Aq, 5H2, tO4, bx6, NCK, 3VV, dXr, Wz8, I26, woH, 7GH, cVE, Pe6, s38, 6WV, b8v, r30, 3E1, 4Z1, 491, q8u, BdQ, cCD, 253, 8Bg, o3E, aYM, T55, 1Y2, 20o, vax, eUM, AY1, Q06, t1X, XQ1, X33, eqT, GtA, 9X2, 0D7, 4P5, 1AZ, Tkz, 2YH, A2i, 15y, Ohv, S6j, 6vi, 9EI, E69, IB9, u4O, R4v, oZS, Wv4, 1 wholesale jerseys