Ketik disini

Sportivo

Minggu Angker di Melbourne

Bagikan

MELBOURNE – Hari Minggu kemarin menjadi kuburan hidup bagi para unggulan grand slam Australia Terbuka 2017. Tidak tanggung-tanggung, unggulan teratas dari tunggal putra dan putri tumbang sekaligus di hari yang sama.

Rangking satu dunia tunggal putra Andy Murray takluk di tangan petenis Jerman Mischa Zverev pada babak 16 besar. Sementara ranking satu dunia tunggal putri Angelique Kerber harus mengakui keunggulan petenis Amerika Serikat Coco Vandeweghe di babak yang sama.

Datang untuk kali pertama sebagai ranking satu dunia pada ajang grand slam, Andy Murray punya kepercayaan diri berlipat memenangi Australia Terbuka musim ini. Kenyataan rival utama Novak Djokovic sudah tumbang lebih dulu di babak kedua Kamis lalu (19/1) makin membuatnya yakin.

Tapi semua impian itu buyar kemarin. Sang kebanggaan Britania Raya takluk di babak keempat alias 16 besar. Zverev yang kini menduduki ranking 50 dunia menekuk Murray dalam empat set 7-5, 5-7, 6-2, 6-4 di Rod Laver Arena.

Di lain sisi, nasib Kerber lebih tragis. Dia takluk dua set langsung 2-6, 3-6 atas Vandeweghe. Ini sekaligus meneruskan torehan buruk Kerber sejak mengambil alih rangking satu dunia dari tangan Serena Williams pada September lalu.

Murray pada 15 Mei besok sudah menginjak 30 tahun. Cukup uzur untuk usia seorang atlet. Dengan itu, peluangnya merengkuh gelar Australia Terbuka makin tipis. Tampaknya, takdir memang menolaknya merengkuh titel Australia Terbuka barang sekali sepanjang karier.

Di laga kemarin sendiri Murray memang tampil kurang solid. Dia 28 kali membuat unforced error. Di satu momen saat gagal melakukan pengembalian, dia menengadah pandangan ke atas. Tampak begitu menyesali apa yang baru dia lakukan.

Di lain sisi Zverev begitus atraktif. Petenis 29 tahun itu terus memaksa Murray berlari mendekat dan menjauh dari baseline dengan permainan net yang rapi. Startegi itu berhasil dengan meraih 65 net point won.

Usai laga, Murray pun curhat. Dia mengaku sudah banyak mengalami kekalahan menyakitkan. Dan kekalahan kemarin langsung dia masukkan sebagai satu dari kekalahan paling menyakitkan sepanjang kariernya.

a�?Aku yakin bisa bangkit dari ini, tapi untuk sekarang, ini benar-benar membuatku tenggelam. Itu karena aku benar-benar ingin melanjutkan turnamen ini. Tapi ternyata gagal,a�? ucap suami dari Kim Sears tersebut dilansir Telegraph.

Sukses menaklukkan ranking satu dunia untuk kali pertama sepanjang karier membuat Zverev begitu girang. Menembus perempat final juga menjadi capaian tertinggi sekaligus pertamanya sepanjang karier di ajang grand slam.

Di delapan besar Zverev akan menantang legenda Swiss Roger Federer. Pengumpul 17 titel grand slam itu kemarin juga melaju ke delapan besar setelah menaklukkan Kei Nishikori 6-7(4), 6-4, 6-1, 4-6, 6-3.

a�?Jujur aku tidak tahu bagaimana cara melakukannya (mengalahkan Murray),a�? ucap Zverev dilansir BBC. a�?Aku seperti koma. Mudah untuk tetap agresif. Tapi sulit untuk tetap tenang. Sungguh aku tidak tahu bagaimana melakukannya tadi,a�? tambah petenis yang dilatih ayahnya sendiri, Alexander Zverev Sr tersebut.

A�Kekalahan Murray ini resmi membuat Australia Terbuka tahun ini melanjutkan babak perempat final tanpa dua unggulan utama di tunggal putra. Kali terakhir hal tersebut terjadi adalah pada edisi 2002 saat Lleyton Hewiitt dan Gustavo Kuerten sama-sama tumbang di babak pertama. (irr/jpg/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka