Ketik disini

Metropolis

Rusunawa Masih Gratis

Bagikan

MATARAM – Tiga rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Mataram belum bisa memberi pemasukan pada kas daerah. Kendati disesaki penyewa, namun aturan yang ada membuat pemerintah belum bisa mengkomersilkan rusunawa tersebut.

a�?Narik biaya juga baru sebatas untuk perawatan saja,a�? kata Kadis Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Mahmuddin Tura.

Dijelaskan tiga rusunawa ini masing-masing ada di Selagalas satu twin blok, dua twin blok di Mandalika, dan satu twin blok di Montong Are. Khusus di Mandalika dan Selagalas, rata-rata 80 persen kamar sudah dihuni. Mereka umumnya warga Mataram yang belum memiliki rumah.

Sesuai hajatnya, rumah vertikal itu diharap bisa mengurangi pemukiman kumuh. a�?Dulu satu rumah di kampung-kampung kumuh itu ada dua sampai tiga KK, sekarang mereka bisa keluar dan menyewa di rusun,a�? ujarnya.

Hanya Rp 100 ribu tarif yang dikenakan pada penyewa. Itupun hanya untuk biaya perawatan dan pengelolaan rusun saja. Pemerintah belum sampai pada taraf menarik retribusi untuk masuk kas daerah.

a�?Aturan soal ini belum ada,a�? ujarnya.

Khusus untuk rusunawa Montong Are, pemesan sudah mencapai 50 persen dari kapasitas kamar. Begitu instalasi listrik dan perlengkapan lain terpasang, bangunan itu segera bisa difungsikan. Di kawasan tersebut sesuai rencana juga akan ditambah satu twin blok lagi.

Dijelaskan, mulai tahun ini, seiring perubahan sistem organisasi perangkat daerah, rusunawa tak lagi dikelola PUTR. Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Mataram yang dikepalai HM Kemal Islam yang kini bertanggung jawab terhadap rusunawa yang ada.

a�?Segera kita serah terima secara resmi,a�? ujarnya.

Terpisah, Kemal mengaku sudah mendapat ragam penjelasan lisan terkait keberadaan rusunawa tersebut. Setelah serah terima resmi, ia berjanji melanjutkan pengelolaan rusunawa tersebut.

a�?Saat ini, kita masih tunggu siapa kepala UPTD yang khusus mengelola rusunawa tersebut. Mudah-mudahan saat mutasi depan sudah terisi,a�? harapnya.

Ditanya mengenai rencananya terhadap rusunawa itu, ia mengatakan tetap akan berpegang pada aturan. Yang pasti keberadaannya dihajatkan untuk membantu masyarakat miskin yang belum memiliki rumah huni. Soal pemasukan pada kas daerah, ia mengatakan akan mengikuti regulasi yang ada. a�?Yang penting hajat awal untuk bantu masyarakat,a�? urainya. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys