Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Disperin Identifikasi Industri Aktif

Bagikan

MATARAM – Dinas Perindustrian (Disperin) NTB akan mengidentifikasi industri yang aktif di NTB. Saat ini terdapat 87.750 unit industri yang terdiri atas industri sandang, pangan, kerajinan, dan industri logam mulia di NTB.

“Tapi kami belum mengidentifikasi mana industri yang masih aktif untuk diselaraskan dengan kabupaten/kota,” ujar Kepala Disperin NTB Baiq Eva Nurcahyaningsih Parangan kepada Lombok Post kemarin (23/1).

Dikatakan, butuh waktu lama untuk mengidentifikasi jumlah industri tersebut. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan pembinaan terhadap industri-industri yang masih aktif. Menurut dia, banyak faktor yang dapat mengakibatkan industri tidak aktif seperti kehabisan modal usaha, tidak ada yang melanjutkan usaha tersebut, bencana alam, dan lainnya.

Terkait dengan itu, Baiq Eva menegaskan perlu adanya konfirmasi dan pengawasan langsung untuk mengetahui perkembangan industri tersebut. Pihaknya tentu akan melibatkan berbagai pihak terkait guna mempercepat identifikasi. Terlebih saat ini peningkatan kualitas industri harus digenjot semaksimal mungkin sehingga dapat berdaya saing.

Selain itu, pihaknya juga mengevaluasi program di Balai Pengemasan NTB yang sangat berperan dalam meningkatkan kualitas produk bagi industri. Salah satunya menyangkut ketersediaan alat pengemasan yang dinilai tidak memadai.

Eva yang sebelumnya menjabat Kepala BP3AKB NTB ini menegaskan, salah satu tugas Balai Pengemasan adalah melatih industri terutama IKM dalam hal pengemasan produk. Sekaligus memberikan contoh kemasan produk yang bagus guna meningkatkan penghasilan.

“Tapi kan diperlukan mesin yang memadai mengingat jumlah industri kita di NTB yang sedemikian banyak,” papar dia.

Sejak menjadi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru Dinas Perindustrian NTB memiliki segudang Pekerjaan Rumah (PR). Hal itulah yang mendorong Eva Nurcahyaningsih lebih rajin turun untuk mengidentifikasi industri di NTB. Tidak hanya itu, dia juga berupaya maksimal membenahi Dinas Perindustrian yang sebelumnya satu atap dengan Dinas Perdagangan.

“Jadi antara hulu dan hilir ini harus saling melengkapi, sehingga saya yakin nggak saling tumpang tindih karena kewenangannya masing-masing sudag jelas,” papar dia. (tan/r3)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka