Ketik disini

Sumbawa

Kuatkan Peran Keluarga

Bagikan

SUMBAWAA�– Belakangan ini, kasus yang melibatkan anak-anak di bawah umur semakin marak terjadi di Kabupaten Sumbawa. Baik itu anak-anak sebagai korban, ataupun anak yang berhadapan dengan hukum. Karenanya, perlu ada shelter atau rumah perlindungan bagi anak-anak guna pemulihan fisik dan psikisnya. Namun, kendalanya Kementerian Sosial tidak diperbolehkan membangun shelter.

Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa mengatakan, menurut Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014, Kementerian Sosial sudah tidak dibenarkan membuat shelter. Apalagi panti asuhan untuk perlindungan anak. Kecuali jika panti itu menjadi percontohan nasional, barulah diizinkan.

”Oleh karena itu, yang harus dimaksimalkan adalah peran keluarga dan peran masyarakat terdekat,” ujarnya kepada Radar Sumbawa (Lombok Post Group) dalam kunjungannya belum lama ini.

Khofifah mengungkapkan, mendagri sudah pernah mengirim surat edaran ke seluruh pemerintah daerah Mei 2016 lalu. Harapannya adalah, di setiap RT ada lima sampai 10 warga yang menyiapkan diri untuk bisa memberikan perlindungan kepada anak-anak di lingkungannya. Ini merupakan format yang paling aman untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak.

Namun, yang tidak bisa dihindari, handphone sudah menjadi bagian anak-anak remaja dan siapapun di negeri ini. Dalam era digital ini, jika bisa diambil sisi positifnya, maka akan memberi masukan konstruktif. Namun, jika terpengaruh sisi negatifnya, maka yang didapatkan adalah masukan-masukan yang sifatnya merusak.

Dia menuturkan jika A�dia sudah mengunjungi lapas dan LPKSA atau tempat anak yang berhadapan dengan hukum. Dalam kunjungannya ditemukan rata-rata 6- sampai 65 persen kasus anak yang berhadapan dengan hukum karena kekerasan seksual.

Menurut Khofifah, pendampingan dari orang tua sangatlah penting. Orang tua harus bisa memberikan pengawalan melalui nilai-nilai agama. Guru-guru di sekolah juga harus memberikan pelajaran yang diintegrasikan dengan nilai-nilai keagamaan. Agar ada kontrol terhadap anak-anak itu sendiri, apabila melakukan sesuatu yang dinilai bertentangan dengan nilai agama. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka