Ketik disini

Giri Menang

Pelamar Harus Pede

Bagikan

GIRI MENANG – Jelang satu hari penutupan pendaftaran pansel, antusiasme pejabat Lombok Barat untuk melamar masih tetap adem ayem. Padahal jumlah yang sudah mengambil formulir pendaftaran menyentuh angka 60 orang.

Lantas kenapa belum mendaftar? Muncul beragam spekulasi terkait kondisi ini. Ada yang bilang pejabat enggan mendaftar karena pansel hanya sekadar formalitas. Karena nama-nama kepala dinas di 10 SKPD yang dilelang sudah ditentukan oleh bupati.

Tak sedikit juga yang menilai situasi seperti ini terjadi, karena para pejabat membaca peluang.

Ketua Pansel H Moch Taufiq membantah tegas terkait anggapan pansel sekadar formalitas. Belum banyak pelamar, menurutnya itu soal strategi pelamar.

“Karena orang-orang ini (pelamar) ibarat strategis. Saingan saya di sana berapa, saling lihat ini. Kalau di sana sudah banyak dan peluangnya kecil, cari yang sedikit lah,” terangnya ditemui selepas acara peresmian TPS3R di Desa Babussalam, kemarin (23/1).

Terkait dengan adanya nama-nama pejabat yang sudah ditentukan oleh bupati. Mantan Kepala Bappeda Lobar itu menilai hanya hipotesa orang-orang.

Selaku ketua Pansel, ia pastikan seleksi berjalan terbuka. Selama memenuhi persyaratan, ia pun mempersilahkan pejabat mendaftar. “Tapi jangan tanya daftar di mana. Itu urusan masing-masing (pelamar),” cetusnya.

Sekda juga meminta kepada semua pelamar tidak ragu untuk mendaftar. Terpilih atau tidak sebagai pimpinan SKPD tergantung Pansel. Walaupun nantinya, keputusan final ada di tangan bupati.

”Kalau orang bersaing harus pede. Kalau belum apa-apa sudah ragu, dia sudah kalah itu. Itu pejabat ragu. Kalau ragu yang nggak usah mengajukan diri,” tukasnya.

Sementara ini, data di sekertariat Pansel di Kantor BKD Lobar, jumlah pelamar baru dua orang. Namun informasinya, waktu pendaftaran akan diperpanjang.

“Tanggal 25 (Januari) pokoknya pendaftaran ditutup. Kita buka lagi, ada perpanjangan dua kali,” ungkap Kepala BKD Lobar Ahdiat Soebantoro.

Dua kali perpanjangan tersebut, lanjutnya tiga hari perpanjangan pertama setelah pendaftaran ditutup 25 Januari 2017. Kemudian akan kembali diperpanjang lagi, selama tiga hari jika belum memenuhi persyaratan. Minimal empat pelamar di masing-masing formasi jabatan.

Terkait jumlah pelamar yang masih relatif sedikit, Ahdiat mengaku tidak tahu menahu. Yang jelas, kata dia sudah 60 orang lebih mengambil formulir. Asumsinya, para calon pelamar masih berkutat mengurus persyaratan.

“Itu saya tidak bisa jawab. Kita menunggu, mungkin injury time. Makanya saya tinggal di kantor tanggal 25 Januari itu. Karena akan dibuka lagi pendaftaran tiga hari ke depan,” jelasnya.

Ia pun menampik, Bupati Fauzan telah menentukan nama-nama pejabat yang digadang-gadang duduk di kursi “empuk” eselon II. Mantan Kepala Inspektorat Lobar itu memastikan proses pansel 10 jabatan lowong, dilakukan ojektif dan transparan.

“Yang saya ketahui tidak ada itu di Pak Bupati. Kita ini mau laksanakan proses sesaui dengan perundang-undang yang berlaku,” ujarnya.

“Ya kalau ada yang digadang-gandang itu tidak benar. Ngapain kita mengeluarkan anggaran. Insya Allah objektif lah,” sambungnya.

Ahdiat berharap, calon pelamar jangan berasumsi yang tidak-tidak soal seleksi terbuka tersebut. Ia juga berharap calon pelamar tetap percaya diri. Dan memepercayakan segala proses ke Pansel.

Pansel saat ini telah bekerja sesuai mekanisme yang ada. Apalagi terus dipantau oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka