Ketik disini

Giri Menang

Sampah Tertangani, Warga Dapat Tambahan Penghasilan

Bagikan

Pengelolaan sampah domestik dengan metode reduce, reuse dan recycle (3R) diyakini dapat mengatasi persoalan timbunan sampah di pemukiman warga. Ini sedang dikembangkan di Desa Babussalam. Berikut laporannya?

***

BERAGAM terobosan telah diciptakan untuk mengatasi persoalan sampah. Namun faktanya, sampah masih saja menjadi permasalahan klasik. Yang belum juga tertangani maksimal dan ditemukan solusi yang tepat.

Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R di Desa Babussalam menjadi yang teranyar. Hibah Kementerian PU ini diharapkan bisa menanggulangi persoalan sampah. Khususnya di lingkungan Desa Babussalam.

Selama ini proses pengolahan sampah masih alami dengan menghancurkan sampah dengan cara dibakar. Setelah menggunakan pola TPS 3R ini, ada sampah yang diolah menjadi pupuk ataupun produk lainnya.

Kades Babussalam Muhammad Zaini menjelaskan, TPS 3R ini untuk mewujudkan lingkungan desa yang bersih dan berdayakan masyarakat. Disamping itu lebih utama, keberadaan TPS 3R ini diharapkan membantu pemerintah mengatasi masalah sampah yang kian parah.

Kehadiran TPS 3R ini untuk mewujudkan konsep yang dirancang desa. Yakni penataan lingkungan harus sehat dan cantik.

“TPS 3R Babussalam KSM Bumi Lestari siap menjadi juara, enam bulan ke depan lokasi ini akan dipenuhi berbagai hasil kerajinan dan produk kelompok,” katanya.

Dijelaskannya, sistem pengelola sampah tersebut yaitu, setiap sampah buangan masyarakat akan di kelola di TPS 3R. Dengan begitu, nantinya sampah yang masuk ke TPA Kebon Kongok merupakan sampah sisa-sisa olahan yang tidak terpakai.

Di TPS ini, seluruh sampah akan dipilah, seperti sampah basah, kering dan botol. Sampah yang dapat dikelola untuk menjadi pupuk, alat kerajinan, akan diolah langsung di TPS itu. Sisa sampah yang tidak dapat diolah untuk menghasilkan sesuatu, baru dibawa ke TPA.

Sampah yang didapat, kemudian dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan aneka kerajinan. TPS 3R ini mengolah kurang lebih 15 meter kubik sampah setiap harinya. Yang nantinya didapat dari warga sekitar.

TPS 3R ini, jelas Zaini, dibangun atas bantuan PSPLP dengan dana Rp 550 juta. Di lokasi dibangun satu unit kantor, hanggar, pengovenan (pembakaran) sampah, mesin pencacah, dan satu unit komposa.

Dalam pengolahannya, jenis sampah terlebih dahulu dipilih dan dipilah berdasarkan jenisnya, organik dan anorganik. Sampah yang organik bisa diolah menjadi pupuk kompos. Sedangkan sampah anorganik akan dibakar. “Kecuali plastik akan dipres lalu dijual,a�? katanya.

Ia memperkirakan pengoperasian TPS ini bakal kekurangan bahan baku sampah jika hanya mengandalkan sampah warga desa setempat. A�Karena itu, pihaknya akan mengambil sampah di perumahan Desa tetangga lainnya. (M ZAINUDDIN, GIRI MENANG/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka