Ketik disini

Praya

Tunjangan Guru Madrasah Tertunda

Bagikan

PRAYA – Tunggakan pembayaran Tunjangan Fungsional (TF) guru madrasah di lingkup kantor Kementerian Agama (Kemanag) Lombok Tengah (Loteng) kembali terjadi. Ini merupakan pembayaran TF tahun 2016 lalu mencapai Rp 3,2 miliar lebih.

“Tumben masalah tunggakan TF ini terjadi,” Klaim Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Loteng Hambali Asyrofi pada Lombok Post, kemarin (23/1).

Kekurangan pembayaran TF itu, kata Hambali hanya dua bulan saja. Seharusnya, pusat menyiapkan anggaran untuk kebutuhan satu tahun. Tapi, faktanya lain. Padahal, setiap guru hanya mendapatkan Rp 250 ribu per bulan. Itu pun pembayarannya dilakukan per triwulan.

Penderitaan guru dilingkup Kemenag, diakui Hambali lengkap sudah. Selain TF, ada pula tunggakan tunjangan sertifikasi. Parahnya lagi, sebagian besar guru mengandalkan gaji Rp 150 ribu per bulan. Itu pun, disubsidi provinsi melalui kebijakan pengangkatan guru tetap yayasan (GTY).

Disatu sisi, keluh Hambali Pemkab Loteng seolah tutup mata, menyikapi berbagai permasalahan yang dihadapi guru dilingkup Kemenag.

“Semoga, Pemkab terketuk hatinya untuk membantu nasib para guru dilingkup Kemenag ini,” sindirnya.

Ia pun menyerukan kepada guru-guru, yang merasa belum menerima haknya masing-masing, agar tetap bersabar.    “Kendati sudah berkali-kali, kami melaksanakan hearing. Tapi, tetap saja, Pemkab sebatas janji membantu kesejahteraan guru,” sesal Ketua Serikat Guru Madrasah (Sigma) Loteng Lalu Agung Pambudi, terpisah.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Loteng Didie Ariesta mengaku sudah menerima masukan dari Sigma. Hanya saja, dewan mengaku tidak bisa berbuat banyak, karena tidak ada usulan pemerintah.

“Sekali lagi, kalau ada usulan dari pemerintah, kami tidak akan menutup mata. Kami siap menyetujui, bagaimana pun caranya,” tekan Didik.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka