Ketik disini

Selong

Cerita Warga Dusun Mandar Berkawan dengan Banjir

Bagikan

Bagi Dusun Mandar Desa Seruni Mumbul, Pringgabaya Lombok Timur (Lotim) banjir bukanlah hal yang baru lagi. Hampir setiap tahun warga harus dihadapkan dengan kondisi banjir saat musim hujan bahkan cuaca normal.

***

BARISAN rumah panggung menjadi pemandangan umum Dusun Mandar Desa Seruni Mumbul,  Kecamatan Pringgabaya. Hampir semua rumah yang ada di sini merupakan rumah panggung sama seperti Dusun Turingan Desa Labuhan Lombok. Bukan tanpa alasan rumah-rumah ini bertiang tinggi. Desain bangunan seperti ini sengaja dibuat untuk menghadapi banjir yang sewaktu-waktu datang.

“Hampir setiap tahun. Tahun lalu kami juga banjir besar mas, bahkan Pak Bupati datang kesini meninjau ke lokasi saat itu,” tutur Muhammad Yasin salah seorang warga.

Ketika koran ini datang, Yasin dan anaknya nampak bersantai di ruang tamu rumahnya. Ia asik menonton pertandingan Timnas futsal Indonesia menghadapi Malaysia di salah satu stasiun TV nasional.

Sekilas tak ada masalah yang dihadapi oleh warga di Dusun Mandar ini. Mereka bercengkrama bersama keluarga hingga berbincang bersama tetangganya. Namun bisa dilihat, sisa-sisa lumpur yang melekat pada tiang kayu rumah panggung menandakan bahwa rumah tersebut baru saja tergenang oleh air. Kondisi tanah yang becek dan beberapa masih digenang air menjadi bukti bahwa pemukiman ini baru selesai diterjang banjir.

“Banjir pertama Selasa lalu kemudian banjir kedua itu sekitar hari Minggu. Dalam seminggu dua kali sudah banjir terjadi disini,” tutur Yasin.

Rumah Yasin bersebelahan dengan sungai yang membelah dua desa tersebut. Sehingga dari jendela rumahnya kondisi sungai  yang selama ini menyebabkan banjir jelas terlihat.

Kehadiran sungai ini sebenarnya dulu menjadi berkah bagi warga. Para nelayan yang memiliki perahu bisa langsung membawa masuk perahunya ke tepi rumah. Sungai dengan muara yang dalam menjadi urat nadi perkampungan ini.

“Bahkan dulu di sungai kapal dengan tonase besar bisa masuk. Tapi sekarang karena terjadi banyak pendangkalan ya seperti ini kondisinya. Banyak pasir dan tanah yang menutupi kali hingga sangat dangkal sekali,” terang Yasin.

Sehingga, saat musim hujan tiba, air yang datang dari wilayah hulu meluap ke pemukiman warga. Sungai yang dangkal tak lagi mampu menampung air menuju lautan. Ancaman ini belum termasuk banjir rob yang kerap datang ketika laut sedang pasang.

“Kalau air laut pasang kami juga sering kebanjiran. Makanya yang paling kami takutkan itu, air hujan meluap dari sungai yang ada di hulu, kemudian air laut pasang,” bebernya.

 Dua kondisi ini yang membuat warga Dusun Mandar dan Dusun Turingan resah. Beruntung, beberapa kali banjir yang melanda terjadi di siang hari. Sehingga warga bisa bertindak cepat.

 “Kalau siang kan bisa kita bergegas pergi meninggalkan rumah. Cuma mengamankan barang-barang lalu rumahnya kami terpaksa tinggalkan mengungsi ke wilayah yang tidak tergenang,” ujarnya.

“Meski begitu kadang saat malam kita tidak bisa tidur tenang takut kalau nanti banjir tiba-tiba datang saat kita tidur terlelap,” sambungnya.

Beberapa kerugian yang dialami oleh warga diceritakan oleh Yasin misalnya seperti kerusakan barang elektronik, perabotan rumah tangga yang hanyut, hingga kendaraan motor yang ikut terendam.

Saat banjir tiba, selain sibuk menyelamatkan barang-barang berharga miliknya warga juga akan sibuk membantu tetangga atau warga lainnya untuk menyelamatkan barang-barangnya. “Ini sudah terus terjadi bertahun-tahun. Kami berharap kondisi ini bisa diatasi oleh pemerintah. Agar bisa berubahlah kondisi Kampung kami ini,” harapnya.(HAMDANI WATHONI/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka