Ketik disini

Giri Menang Headline

Jangan Anak Tirikan Sekotong!

Bagikan

GIRI MENANG – Pariwisata sudah lama menjadi sektor unggulan Lombok Barat. Sektor ini mampu menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar Gumi Patuh Patut Patju, dalam kurun waktu terakhir.

Sayangnya, pengembangan kawasan wisata di Lobar sejauh ini belum dilakukan maksimal. Banyak kawasan wisata potensial mendatangkan PAD belum tergarap optimal. Salah satunya kawasan pantai Sekotong.

Ketua Komisi II DPRD Lobar, Andi Irawan yang juga Dapil Sekotong mengatakan, sejauh ini Sekotong masih belum dijamah secara utuh oleh Pemkab Lobar. Terutama permasalahan “lahan tidur”. Sebagian besar lahan di kawasan Sekotong, kata Andi dikuasai oleh pihak ketiga alias investor.

“Berpuluh-puluh tahun tidak bisa dikembangkan, karena lahan itu milik investor. Contoh Gili Goleng yang hampir 25 tahun tidak dibangun. Itu yang membuat Sekotong telat,” ungkapnya, kemarin (24/1).

Selain Gili Goleng, kata Andi masih banyak lagi kawasan yang seharusnya bisa dikembangkan. Seperti kawasan wisata kuliner yang belum bisa dipermak secara total.

Begitu juga dengan kawasan surfing di Pemalikan Bangko Bangko. Di lahan tersebut belum bisa dibangun infrastruktur karena merupakan milik pihak luar. “Itu kawasan milik Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA),” imbuhnya.

Ia pun menyaranakan, mengambangkan Sekotong dilakukan bertahap dan mencicil. “Ya mungkin jalannya duluan, terus listrik dan kemudian air bersih. Kami rasa bisa,” sarannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lobar Ispan Junaidi menilai kendala pengembangan kawasan Sekotong tidak hanya “lahan tidur”, melainkan sejumlah lahan yang telah dibeli investor namun hingga sekarang masih dianggurin.

“Posisi kita hanya mendorong, menfasilitasi dan membuatkan regulasi. Kita juga tidak bisa intervensi mereka (ivestor) langsung bangun,” ujarnya.

Yang jelas, kata Ispan, pembangunan dua hotel dalam waktu dekat akan dilakukan di Pantai Mekaki. Dalam pembangunan dua hotel tersebut, pihak investor mengucurkan anggaran Rp 1 triliun.

“Minggu kemarin sudah bertemu dengan pemilih tanah untuk segera mempertanyakan kapan kelanjutan. Karena awal maret sudah tanda tangan persetujuan (pembangunan),” tandasnya. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka