Ketik disini

Pendidikan

PELAJARAN TIK SEBAIKNYA DIPERTAHANKAN

Bagikan

MATARAM — Meski mata pelajaran (mapel) Teknik Informasi dan Komunikasi (TIK) dihapus pada kurikulum 2013 tidak menyurutkan sekolah menerapkannya. Kini, mapel ini diterapkan dengan pola sebagai muatan lokal (mulok). “TIK boleh saja tidak ada di kurikulum 2013, tapi kita tetap mengajarkan siswa melalui mulok,” kata Kepala SMPN 12 Mataram Mustajib, kemarin (24/1).

Ia menilai, mapel TIK sangat membantu siswa menjadi pintar dan berwawasan luas. Belajar tidak hanya dari guru, tapi juga bisa dengan menguasai TIK. Apa yang belum diketahui siswa di sekolah bisa dicari di internet dengan penguasaan TIK. Seperti belajar bahasa Inggris, IPA, IPS, dan sebagainya. “Kita saja mau lihat teknik mengajar download di internet,” kata dia.

Menurutnya, mapel TIK jangan dihapus pada K13. Pemerintah jangan hanya melihat sisi negatif saja dari mapel ini. Namun juga harus melihat sisi positifnya. Mapel ini dinilai akan memberikan pengetahuan yang cukup luas kepada siswa. Sebab, apa yang tidak dipahami siswa bisa ditahu melalui penguasaan TIK. “Sekarang ini sangat dibutuhkan TIK,” kata dia.

Ia menuturkan, siswa yang tidak menguasai TIK akan tertinggal dengan perkembangan zaman. Bangsa yang maju ini biasanya bangsa yang kemampuan TIK cukup tinggi. Selain itu penghapusan TIK ini juga menyimpang dari pola UNBK. Jika ingin Kemendikbud menerapkan UNBK ini berkelanjutan maka TIK ini harus dikembalikan dalam kurikulum. Sehingga semua siswa bisa mempelajarinya.

Sementara itu Guru TIK SMPN 12 Mataram Asror Saputra mengatakan, kurikulum 2013 seharusnya memasukkan mata pelajaran TIK ke dalam struktur kurikulum. TIK sangat dibutuhkan oleh banyak orang di dunia. Oleh karena itu, penguasaan TIK menjadi sangat penting dalam pembelajaran. Siswa harus terdidik TIK dengan baik melalui materi TIK yang terstruktur dan sistematik. “Ini harus dilakukan di sekolah,” ucap dia.

Pesatnya kemajuan TIK serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global telah mengubah pola pikir masyarakat. Bahkan  industri perdagangan dan pemerintahan, serta sosial politik. Perkembangan ekonomi berbasis TIK telah memunculkan paradigma baru yang dominan. “Lihat saja orang mau beli baju sekarang sudah online. Tukang ojek pun sudah online,” kata dia. (jay/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka