Ketik disini

NASIONAL

Ribuan Hakim Dilaporkan Selingkuh dan Terima Suap

Bagikan

JAKARTA – Pepatah menyebut hakim adalah wakil Tuhan di dunia. Begitu mulia dan berkuasanya profesi hakim, karena bisa menentukan benar atau salahnya seseorang. Namun, beberapa oknum hakim mencoreng predikat suci itu. Hal ini terungkap dari evaluasi Komisi Yudisial (KY).

Ketua KY Aidul Fitriciada Azhari mengatakan, sepanjang 2016, KY menerima 1.682 laporan masyarakat terkait pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim (KEPPH). “Dari jumlah itu, sebagian besar (laporannya) adalah perselingkuhan dan suap,” ujarnya saat Laporan Kinerja 2016 dan Outlook 2017 di Gedung KY kemarin (24/1).

Selain laporan masyarakat yang langsung dialamatkan ke KY, kata Aidul, pihaknya juga menerima 1.899 laporan yang ditembuskan ke instansinya. Sehingga, total laporan yang masuk selama 2016 mencapai 3.581 laporan. “Setelah diproses, KY merekomendasikan agar 87 hakim mendapat sanksi dari Mahkamah Agung (MA),” sebutnya.

Menurut Aidul, 87 hakim tersebut masuk dalam 54 laporan yang diterima oleh instansinya. Pria yang akrab dipanggil Aidul itu menuturkan, rekomendasi sanksi terhadap puluhan hakim itu dibagi tiga. Sanksi ringan, sedang, dan berat. ”57 hakim dijatuhi sanksi ringan, 19 hakim dijatuhi sanksi sedang, dan 11 hakim dijatuhi sanksi berat,” ucap pejabat kelahiran 1968 tersebut.

Usul sanksi ringan berupa teguran lisan dijatuhkan kepada 10 hakim, teguran tertulis untuk 30 hakim, dan pernyataan tidak puas secara tertulis diberikan kepada 17 hakim. Sementara itu, usul sanksi ringan berupa hakim non palu paling lama 3 bulan, hakim non palu paling lama 6 bulan, penundaan gaji berkala paling lama 1 tahun, serta penurunan gaji sebesar 1 kali kenaikan gaji berkala selama 1 tahun. Sesuai rekomendasi, sanksi sedang ditunjunkan kepada 19 hakim.

Sedangkan usul sanksi berat untuk 11 hakim terbagi atas usul penundaan kenaikan pangkat paling lama 1 tahun kepada lima hakim, pemberhentian tetap dengan tidak hormat kepada  lima hakim, dan hakim non palu 1 tahun kepada 2 hakim. Berdasar data terakhir yang diterima KY, dari 54 laporan dengan 87 hakim yang dilaporkan melanggar KEPPH, 32 laporan sudah ditindaklanjuti. Sisanya sebanyak 22 belum ditindaklanjuti.

Sebelum sampai rekomendasi itu, laporan yang masuk ke KY sudah melalui beberapa tahapan. Mulai penerimaan sampai rekomendasi. Pada tahap penerimaan, semua laporan dan tembusan ditampung. Kemudian setiap laporan di verifikasi untuk selanjutnya masuk tahap analisis. Dari 1.682 laporan, 218 diantaranya dianalisis. Lantaran masih ada tunggakan laporan yang sudah dianalisis pada 2015, total 335 laporan yang ditangani KY tahun lalu.

Sebanyak 335 laporan berkurang menjadi 320 laporan yang masuk sidang pleno. Dari angka itu, 118 di antaranya diproses dalam sidang pleno lanjutan. Sampai muncul 54 laporan yang berujung pada rekomendasi sanksi kepada 87 hakim. Aidul menjelaskan, tindak lanjut laporan pelanggaran KEPPH dilakukan guna menjaga kehormatan dan martabat hakim. ”Selain berwenang mengusulkan hakim ke MA, KY juga menindaklanjuti laporan yang masuk,” ujarnya.  (syn/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka