Ketik disini

Giri Menang Headline

Dinas Sosial Paling Diburu

Bagikan

GIRI MENANG – Empat lowongan yang ditawarkan dalam seleksi terbuka pengisian jabatan eselon IIA� di lingkungan Pemkab Lombok Barat ternyata kurang peminat. Empat jabatan tersebut adalah Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Dinas Pertanian, dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

Sesuai Undang-undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN), minimal lelang jabatan harus diikuti empat peserta. Akibat pelamar masih kurang hingga batas terakhir ditutup, akhirnya empat formasi jabatan tersebut diperpanjang tiga hari kedepan. Yakni akan berakhir Sabtu (28/1) mendatang.

Berdasarkan data terakhir yang masuk tim Pansel kemarin (25/1), jumlah pelamar di 10 jabatan lowong tersebut sebanyak 46 pelamar. Dengan jabatan terlaris adalah Dinas Sosial 10 pelamar.

Sedangkan formasi jabatan paling buncit adalah Dinas Kebudayaan (Dikbud) dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan masing-masing dua pelamar.

Rinciannya, Satpol PP lima pelamar, Dinas Pemadam Kebakaran lima orang, Dinas Pertanian tiga orang, Dinas Pekerjaan Umum tiga orang, Badan Kesbangpol empat orang, Sekwan enam orang, dan Dinas Ketahanan Pangan enam pelamar.

Ketua Pansel H Moch Taufiq yang dikonfirmasi di sekretariat Pansel mengatakan, terhadap jabatan yang kekurangan pelamar itu akan dilakukan perpanjangan pendaftaran hingga tiga hari ke depan. Karena itu diharapkan, pejabat yang memenuhi syarat segera melakukan pendaftaran.

Ia menjamin Pansel akan bekerja transparan sesuai mekanisme yang ada. Karena itu, menurutnya semua pejabat yang melamar memiliki peluang yang sama untuk menduduki kursi empuk kepala SKPD.

Tidak ada itu digadang-gadang. Peluang semua pajabat sama. Bisa jadi yang naik yang tidak difavoritkan. Karena itu tergantung tim Pansel nanti mengerucutkan menjadi tiga nama,a�? jelasnya.

Taufiq mengakui, sudah banyak pejabat yang datang konsultasi dengan dirinya langsung. Tapi, pria yang juga menjabat Sekda Lobar ini mengaku, pembicaraannya tidak lebih, hanya sekadar konsultasi dan diskusi. Karena itu, setiap calon pelamar yang datang konsultasi, Sekda mengaku memberikan arahan agar mendaftar sesuai kemampuan.

“Yang datang banyak. Tapi jawaban yang selalu saya berikan (kepada calon pelamar) adalah silakan melamar sesuai kemampuan. Kalau saya arahkan mendaftar di sini, nanti saya dibilang rekomendasi sekda,a�? akunya.

Meski demikian, Sekda tidak mempermasalahkan sikap calon pelamar itu. Menurutnya apa pun itu, merupakan bagian dari usaha. Toh selama ini, ia memposisikan diri netral kepada semua calon pelamar yang datang konsulatasi.

Tidak hanya itu, bahkan ia memberikan warning agar pelamar tidak bermain uang. Sebagai Ketua Tim Saber Pungli Pemkab Lobar, ia mewanti-wanti pejabat jangan sekali pun melakukan praktik tersebut. Karena apabila yang bersangkutan terbukti, tetap akan diproses.

“Pansel ini jelas di bawah pengawasan. Sekali kita mengatakan jangan (pungli), ya jangan. Kalau ada pejabat bermain untuk luluskan di pansel silakan kasi tahu. Kalau ada bukti bukti jelas, jangankan sebelum ikut pansel, setelah selesai juga pasti kita tindak,a�? ancamnya.

Dalam proses lelang jabatan kali ini, ada 10 kursi jabatan eselon II yang hendak diperebutkan. Sebenarnya, ada lebih dari 60 pejabat eselon III yang memenuhi kriteria mengikuti lelang. Hal ini berdasarkan jumlah pengambil berkas pendaftaran di tim Pansel. Namun hingga penutupan pendaftaran ternyata hanya 46 orang yang mendaftar dan memasukkan berkas.

Kepala Badan Kepegawain Lobar Ahdiat Soebantoro menambahkan, pelaksanaan lelang jabatan eselon II akan dilaksanakan dengan transparan dan terbuka. Karena selain melibatkan tim Pansel yang benar -benar memiliki kemampuan dan independen.

Pada Pansel kali ini KASN juga dilibatkan untuk mendeteksi kejanggalan dalam seleksi tersebut. “Yakinlah,A� seleksi kali ini adalah yang terbaik. Pelaksanaannya akan dilakukan dengan terbuka dan transparan,a�? tegasnya. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka