Ketik disini

Headline Praya

Langkir Tepis Tudingan Korupsi

Bagikan

PRAYAA�– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya Lombok Tengah (Loteng) merilis, pembayaran Jasa Pelayanan (JP) kesehatan para tenaga medis di rumah sakit, menonggak tujuh bulan, bukan 10 bulan. Itu terjadi, bukan karena indikasi korupsi, tapi anggarannya yang masih kosong.

Pernyataan itu disampaikan direktur RSUD Praya Muzakir Langkir, guna menjawab surat pembaca Lombok Post, pada edisi Selasa (24/1). a�?Saya merasa gerah dengan tuduhan ini,a�? tegasnya, kemarin (25/1).

Pertama, tekan Langkir yang perlu diluruskan adalah, persoalan tunggakan JP kesehatan dokter umum, dokter spesialis, bidan, perawat dan apoteker. Ia mengatakan, memang benar ada tunggakan, namun hanya tujuh bulan saja. a�?Masalah yang satu itu pun, sudah saya laporkan ke Pak Sekda,a�? katanya.

Penyebab tunggakan, terang Langkir bukan karena faktor kesengajaan dari pihak rumah sakit, bukan pula karena adanya penyimpangan. Namun, murni anggaran yang kosong di kas rumah sakit, di BLUD maupun Pemkab dan provinsi. Kendati demikian, ia menegaskan semua pasti terbayar, tinggal menunggu waktunya saja.

a�?Intinya, saat saya datang menjadi direktur rumah sakit, hutang di rumah sakit sudah ada, menumpuk antara Rp 3-4 miliar,a�? sesal mantan kepala Puskesmas Praya tersebut.

A�Hutang tersebut, tambah Langkir salah satunya JP kesehatan itu. Untuk menutupi beberapa hutang itu, pihaknya mengaku bersyukur karena pemerintah ikut mengintervensi. a�?Gara-gara hutang ini juga, kami mulai mengefisiensi anggaran di BLUD,a�? katanya.

Salah satunya, kata Langkir dengan membeli tabung oksigen sendiri, atau tidak lagi menggunakan pihak ketiga. Begitu pula, kebutuhan alat kesehatan dan obat-obatan. Namun, tetap mengedepankan kualitas dan kuantitas.

a�?Kedua, saya menegaskan bahwa, saya tidak pernah melakukan korupsi, sebagaimana yang dituduhkan. Jika ada itu, silahkan buktikan,a�? lanjut Langkir.

Ia merasa, berbagai tuduhan yang disampaikan kepada dirinya itu, murni politik birokrasi saja. Ada yang menginginkan agar, jabatan direktur RSUD digeser dan sebagainya. a�?Alhamdulillah, kalau tenaga medis di bawah Dinas Kesehatan (Dikes), sudah tidak ada masalah,a�? kata Plt. Kepala Dikes Loteng Lalu Wardihan, terpisah.

Pembayaran JP dan hak-hak yang lainnya, tambah Wardihan sudah diselesaikan sejak akhir tahun 2016 lalu, tinggal menapak tahun ini saja. a�?Dengan begitu, saya ingatkan kepada seluruh tenaga medis, agar memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,a�? serunya.

Sementara itu, Sekda HM Nursiah enggan berkomentar terlalu jauh menyangkut tunggakan JP kesehatan di RSUD Praya. Kendati demikian pihaknya meminta, agar internal rumah sakit segera menyelesaikannya. a�?Mudah-mudahan secepatnya,a�? kata orang nomor satu dijajaran birokrsi Loteng tersebut.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka