Ketik disini

Praya

Parkir Sembarangan, Siap-siap Digembosi

Bagikan

PRAYAA�– Kendati sudah dipasang rambu larangan parkir kendaraan, masih banyak kendaraan parkir di selatan pusat pertokoan Praya di Lombok Tengah (Loteng). Akibatnya, ban kendaraan mereka terpaksa digembosi. Pemilik kendaraan itu pun dimintai pertanggungjawabannya.

a�?Langkah tegas ini mulai kami terapkan, karena sebagian besar pengendara melanggar aturan,a�? kata Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perhubungan (Dishub) Lalu Ahmad Sauki, kemarin (25/1) di pusat pertokoan Praya.

Padahal, kata Sauki Dishub sejak satu bulan yang lalu, sudah memasang rambu larangan parkir di sepanjang jalan pusat pertokoan Praya, bahkan menuju jalan utama Jenderal Sudirman-Gajah Mada. Termasuk, melaksanakan sosialisasi lisan dan tulisan, kepada seluruh pemilik ruko, warung dan rumah warga di lingkar jalan raya.

Sayangnya, sesal Sauki ada saja pengendara yang seolah tidak mau tahu. Padahal, juru parkir yang bertugas, sudah berkali-kali mengingatkan kepada pengendara, agar memarkir kendaraannya masing-masing di utara pusat pertokoan Praya.

a�?Sebenarnya, para pemilik kendaraan ini, sudah tahu aturan. Tapi, mereka pura-pura tidak tahu. Jalan terakhir, terpaksa kita terapkan aturan penggembosan ban,a�? tegasnya sembari menggembosi ban mobil bernomor polisi B 1583 BOJ.

Saat ban mobil tersebut digembosi, tiba-tiba pemilik kendaraan datang meminta maaf. Alhasil, pihaknya pun langsung melakukan pengecekan dokumen kendaraan, berupa SIM dan STNK. a�?Tolong jangan parkir sembarangan lagi,a�? seru Sauki, didampingi mantan kabid ketertiban umum dan masyarakat Satpol PP Loteng Lalu Marwan.

Ia menegaskan, jika dokumen kendaraan para pengendara tidak lengkap, maka kendaraannya akan diangkut ke Dishub, bahkan ke Satlantas Polres Loteng. a�?Ingat ini baik-baik. Silahkan saja kalau ada yang berani melanggar,a�? tantangnya.

Langkah yang dilakukannya itu, tekan Sauki dilandasi peraturan daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2011 tentang, retribusi parkir di jalan umum. Dalam salah satu pasalnya menyebutkan, barang siapa yang memarkir kendaraannya, di rambu yang terpasang larangan parkir, maka akan dikenai sanksi tegas.

Untuk menerapkan aturan tersebut, pihaknya menempatkan personel Dishub dibantu Satpol PP, dari pukul 08.00 Wita-19.00 Wita setiap jam kerja. Sementara dihari libur, tugas itu diambil alih para juru parkir. Bagi mereka yang bertugas, diwajibkan berani menegakkan Perda, siapa pun pemilik kendaraan.

a�?Kalau kami berdasarkan Perda Nomor 6 Tahun 2012 tentang, penertiban jalan raya. Jadi, kami siap membantu Dishub,a�? sambung mantan Kabid Ketertiban Umum dan Masyarakat Satpol PP Loteng Lalu Marwan.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka