Ketik disini

Kriminal

Polisi Dipersilakan a�?Obok-oboka�? Penjara

Bagikan

MATARAM – Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) NTB Sevial Akmily angkat bicara terkait dugaan peredaran narkotika yang dikendalikan dari dalam penjara. Dia menegaskan akan memberi sanksi bagi oknum-oknum yang terbukti bersalah dalam kasus tersebut.

a�?Kami tidak main-main menyikapi persoalan itu. Bagi yang terlibat, akan ada konsekuensinya,a�? kata Sevial, kemarin (25/1).

Gencarnya penangkapan pengedar yang dilakukan aparat penegak hukum, menguak jalur peredaran narkotika. Diduga, barang haram yang dijual para pengedar A�dikendalikan sejumlah oknum dari dalam penjara.

Menyikapi itu, Sevial mengatakan tidak akan menghalangi kepolisian untuk menyelidiki hal tersebut. Pihaknya akan terbuka dan tidak akan melindungi oknum yang benar terlibat dalam peredaran narkotika dari dalam penjara.

a�?Jika ada anggota kami yang dicurigai, silahkan lakukan penyelidikan untuk mengetahui kebenarannya,a�? tegasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham NTB Subiantoro menegaskan hal yang sama. Sanksi terhadap oknum lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang terlibat peredaran narkoba, telah diatur dalam peraturan menteri Kumham.

a�?Intinya tidak ada kompromi bagi oknum yang terlibat,a�? kata dia.

Ketegasan Kemenkumham NTB dibuktikan pada tahun lalu. Di mana sebanyak tujuh orang petugas lapas telah diberi sanksi. Mereka terindikasi terlibat dalam peredaran narkoba, sebagai kurir dan pengguna.

Disinggung rencana ke depan, Subiantoro mengaku akan lebih ketat dalam melakukan pengawasan. Dia ingin semangat pemberantasan narkoba, juga bisa dimulai dari dalam lapas.

a�?Tapi tentu butuh kesadaran dari semua pihak, tidak saja petugas, agar tidak terjadi lagi peredaran narkoba dari dalam lapas,a�? tandasnya. (dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka