Ketik disini

Kriminal

Polisi Usut Rekan Marzuki

Bagikan

MATARAM – Polisi terus mendalami dugaan pemotongan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) oleh Marzuki ketua salah satu PKBM di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat (Loba). Seperti diketahui Marzuki terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli Polres MataramA� akhir pekan lalu.

Kapolres Mataram AKBP Heri Prihanto mengatakan, arah penyidikan untuk penyunatan dana KIP masih terus berkembang. Begitu pula untuk penetapan tersangka baru.

a�?Mengarah tersangka lain pasti ada, tapi tergantung hasil pengembangan saja,a�? kata Heri, kemarin (25/1).

Heri mengatakan, pihaknya terus melakukan penyidikan. Sejauh ini, polisi telah memeriksa lima A�saksi. Mereka merupakan peserta KIP yang dananya diduga disunat tersangka Marzuki.

Nantinya, polisi akan terus menggali keterangan dari sejumlah saksi. Termasuk dari Pemkab Lombok Barat maupun Pemprov NTB.

Disinggung keterkaitan tersebut, Heri mengatakan, penyidik melihat adanya hubunga instruksi pencairan dana yang dilakukan PKBM dengan kedua pemda tersebut. Selain itu, PKBM sendiri merupakan suatu lembaga yang masih berada di bawah pengawasan dari instansi Dinas Pendidikan.

a�?Nanti akan mengembang ke arah sana juga. Untuk saksi dari korban, minimal semuanya akan kita mintai keterangan, ada 13 orang,a�? bebernya.

Selain itu, penyidik juga tengah mendalami mekanisme pemberian dana KIP yang diberikan melalui PKBM yang dikelola Marzuki. Dari penulusuran sementara, ada dugaan pemberian KIP tidak sesuai dengan ketentuan.

Janggalnya mekanisme pemberian KIP, terlihat pada penerima dana. Sebab, sejumlah nama yang terdaftar, rupanya tidak melalui jalur pengusulan namun muncul sebagai penerima bantuan.

a�?Sebagian saya tanya namanya tidak diusulkan, tapi muncul sebagai penerima, itu asalnya dari mana? Jadi arah penyidikannya masih luas,a�? ungkapnya. (dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka