Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Jangan Khawatir Gunakan Uang Baru

Bagikan

MATARAM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB gencar menyosialisasikan uang rupiah tahun emisi 2016 kepada kelompok masyarakat ke pelosok desa. Sosialisasi ini untuk memperkenalkan uang baru ke masyarakat. Masyarakat juga diajak agar tidak takut menggunakan uang baru karena beredarnya sejumlah isu yang tidak benar.

“Sosialisasi penting dilakukan untuk mengedukasi masyarakat di wilayah pedesaan terkait ciri-ciri keaslian uang rupiah tahun emisi 2016,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB Prijono beberapa hari lalu.

Ia menjelaskan, beberapa kelompok masyarakat di pedesaan menjadi sasaran edukasi. Di antaranya ratusan anggota kelompok wanita perajin kain tenun di Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur. Sosialisasi juga dilakukan terhadap puluhan petani cabai Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur.

“Kedua kelompok masyarakat yang mengembangkan usaha ekonomi produktif tersebut merupakan binaan BI NTB,” ujarnya. Sosialisasi tidak hanya melibatkan BI, tapi juga menghadirkan pejabat pemerintah daerah.

Uang rupiah tahun emisi 2016 diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada akhir 2016. Sebanyak 11 pecahan uang rupiah baru terdiri atas tujuh pecahan uang rupiah kertas dan empat pecahan uang rupiah logam.

Uang rupiah kertas tahun emisi 2016 terdiri atas pecahan Rp100 ribu, Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, Rp 2 ribu dan Rp 1.000. Sedangkan pecahan uang rupiah logam terdiri atas pecahan Rp 1000, Rp 500, Rp 200 dan Rp 100. Dalam sosialisasi tersebut pihaknya juga meluruskan isu-isu yang tidak benar berkenaan dengan uang rupiah.

“Salah satunya terkait persepsi sebagian masyarakat yang memandang rupiah memuat gambar-gambar terlarang,” terangnya.

Ia mengatakan gambar tersebut merupakan logo BI yang dipotong secara diagonal membentuk ornamen yang tidak beraturan. Gambar tersebut merupakan gambar saling isi (rectoverso), yang merupakan bagian dari unsur pengaman uang rupiah.

“Unsur pengaman dalam uang rupiah bertujuan agar masyarakat mudah mengenali ciri-ciri keaslian uang, sekaligus menghindari pemalsuan unsur pengaman,” katanya. (nur/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka