Ketik disini

Selong

Lotim Perkuat Kelembagaan Koperasi

Bagikan

SELONGA�– Salah satu penghambat kemajuan usaha kecil menengah minimnya pembinaan baik dalam hal pemasaran maupun pengemasan produk. Seperti A�potensi madu alami yang dihasilkan warga desa Puncak Jeringo, Lotim.

a�?Warga masih mengemas dengan cara manual. Mereka masih kebingungan memasarkannya. Kadang saya yang bantu pasarkan dengan cara dititip di sejumlah Apotek yang ada di Lombok Timur,a�? kata Agus Salim, Babhinkamtibmas Desa Puncak Jeringo.

Untuk itu, potensi warga ini diharapkan oleh Agus bisa dibina oleh pemerintah melalui instansi yang bersangkutan. Karena, selama ini sebagian besar warga Puncak Jeringo yang merupakan transmigran ini masih mengandalakan hidupnya pada hasil pertanian dan perterenakan.

Selain warga Puncak Jeringo, sejumlah warga lain mengaku kesulitan mengembangkan usahanya lantaran terkendala modal. Misalnya saja Rusmini, pedagang sate dan rawon yang ada di Pancor. a�?Susah kita berkembang karena terkendala modal. Mau pinjam di Bank butuh jaminan, padahal kami pedagang kecil ini nggak punya apa-apa yang bisa dijaminkan,a�? ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lotim, H Sahabudin siap memberikan perhatian sesuai dengan kapasitas lembaga yang dipimpinnya. Karena, A�tidak semua UKM dapat dibina oleh pemerintah. a�?Hanya yang berada di bawah naungan koperasi saja. Makanya kalau ada UKM yang ingin dibina pelatihan atau pembinaan harus menjadi anggota koperasi atau membentuk koperasi,a�? jelasnya saat ditemui di ruangannya kemarin (26/1).

Ia menjelaskan, ada ketentuan dan aturan yang menjadi acuan dari Dinas Koperasi dan UKM. Dimana tugas pokok mereka adalah membina koperasi atau UKM yang menjadi anggota koperasi.

A�a�?Makanya namanya adalah Dinas Koperasi dan UKM,a�? ucapnya.

Tahun ini, Dinas Koperasi dan UKM akan lebih fokus pada penguatan kelembagaan dan kualitas sumber daya di koperasi. Karena, banyak koperasi yang saat ini sudah tidak aktif lagi. Dari 521 koperasi yang ada di Lotim, hanya 237 yang masih aktif.

Sahabudin mengaku Dinas Koperasi dan UKM memiliki anggaran yang terbatas. Meski demikian, ia mengaku akan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Baik sumber daya manusia maupun anggaran yang diberikan. Pihaknya juga akan terus menjalin koordinasi dengan lembaga-lembaga yang memiliki program pemberdayaan koperasi dan UKM.

a�?Intinya kami tidak ingin mengeluh, kami akan siap bekerja mengoptimalkan apa yang ada. Insya Allah kami akan memberikan pelatihan di Desa Puncak Jeringo itu, nanti kami akan programkan,a�? janjinya.

Sementara untuk permodalan, pemerintah menurutnya sudah menyiapkan solusi bagi para pengusaha kecil menengah melalui pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sejumlah Bank. a�?Agar memudahkan masyarakat, kami juga telah menyiapkan dua orang petugas untuk mendampingi masyarakat yang ingin meminjam di Bank. Karena kami sadar, tidak semua masyarakat bisa memahami administrasi dan persyaratan yang dibutuhkan pihak Bank,a�? tandasnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka