Ketik disini

Praya

Pelecehan Seksual Anak Makin Mengkhawatirkan

Bagikan

PRAYAA�– Komnas perlindungan anak menyebutkan, angka pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak, di Pulau Lombok cukup tinggi. Pemicu utamanya, keretakan hubungan dalamA� rumah tangga.

a�?Rata-rata pelakunya pun datang dari orang terdekat sang anak itu sendiri,a�? kata Sekjen Komnas Perlindungan Anak pusat Dhanang Sasongko, kemarin (26/1) usai kegiatan seminar pendidikan PAUD di Ponpes Al Mansyuriah Desa Bonder, Praya Barat Lombok Tengah (Loteng).

Pemicu yang lain, kata Dhanang karena faktor kemajuan teknologi, minuman keras dan kesempatan. Kasus yang satu itu pun, merata di seluruh kabupaten/kota di Pulau Lombok. Yang menjadi masalahnya sekarang, menurut Dhanang sikap lembaga pendidikan, lingkungan dan pemerintah yang seolah diam saja menyikapi berbagai rentetan kasus tersebut.

Jika dibiarkan begitu saja, lanjutnya maka akan menjadi bom waktu, apalagi dibeberapa daerah di Indonesia, mulai bermunculan yang namanya gerombolan pemerkosa. Mereka biasanya berkelompok, lalu mencari korban anak di bawah umur.

Kendati demikian, terang Dhanang satu-satunya penyebab dari persoalan tersebut yaitu, hubungan rumah tangga yang retak. Biasanya,A� kedua orang tua menitip anaknya kepada keluarga terdekat, kemudian satu diantara mereka, bahkan kedua-duanya memilih merantau menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

A�Pilihan itu terjadi, karena terbentur ekonomi. Kondisi seperti itu pun, memudahkan para predator anak leluasa bergerak. Mereka sesuka hatinya melakukan pelecehan seksual, hingga kekerasan seksual.

Pelakunya pun, kata Dhanang bukan orang lain, tapi datang dari orang terdekat sendiri seperti, paman, misan, kakek atau keluarga terdekat lainnya. Bahkan, guru. a�?Saya rasa, pola pendidikan dan kurikulum pendidikan di negara kita ini, perlu direvisi,a�? usulnya.

Di lembaga pendidikan, jelasnya anak bukannya mendapatkan pendidikan budi pekerti luruh agama. Namun, lebih kepada tuntutan kualitas dan kuantitas keilmuan secara umum.

a�?Sehingga, inilah pentingnya kita laksanakan seminar pendidikan bagi guru PAUD se Loteng. Dengan harapan, mereka menjadi garda terdepan,a�? Sambung Koordinator Komnas Perlindungan Anak NTB Lalu Edi Rahadianto.

Ia berharap, mereka mampu menerapkan ilmu pengetahuan berbasis karakter dan keagamaan. Dua hal itu, diakuinya yang mulai kurang diterapkan diseluruh lembaga pendidikan dilingkup Dikpora maupun Kemenag. a�?Peran tokoh agama, masyarakat dan pemuda sangat penting juga,a�? kata Edi.(dss/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka