Ketik disini

Metropolis

Masalah Kondom hingga Selisih Harga

Bagikan

Silih berganti persoalan menerpa toko Swalayan Alfamart. Yang banyak komplain konsumen soal selisih harga di rak dengan kasir. Belakangan dipersoalkan pula tata letak kondom.

***

LOMBOK Post mendatangi sebuah toko swalayan Alfamart di Jalan Langko. Melihat di mana toko ini meletakan produk kondom. Ternyata, cukup mengejutkan, kondom berada persis di meja kasir. Bahkan berdekatan dengan sejumlah makanan kesukaan anak-anak, seperti a�?Kinder Joya�?.

a�?Memang sudah ada di sini dari dulu,a�? kata seorang karyawan toko (identitas dirahasiakan).

Karyawan itu ingin mengatakan, memang rak kecil berisi kondom itu, sejak ia bekerja sudah ada di sana. Memang sangat mencolok. Mengingat jaraknya sangat mudah dijangkau anak-anak.

a�?Kalau anak-anak yang beli tidak pernah, tapi kalau anak-anak nanya tentang itu sering,a�? tuturnya.

Inilah lantas yang mendapat kritik tajam dari Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram Herman. Dia menilai letak kondom itu tidak baik bagi anak-anak. Apalagi dengan psikologi anak-anak dan rasa ingin tahu yang tinggi, bisa dibayangkan orang tua bisa kelabakan menjawab pertanyaan itu.

a�?Astagfirullah, kalau begini kan bagaimana,a�? kritik Herman.

Jika dijawab tentu berbohong bukanlah cara tepat bagi orang tua. Selain itu, informasi tentang barang yang ditanyakan juga belum pantas diketahui anak-anak.

Tetapi kalau tidak jawab, anak-anak biasanya a�?kritisa�� bertanya. Sampai apa yang ada dalam benak mereka bisa tuntas terjawab.

a�?Tolonglah segera ditata lagi, jangan seperti itu. Kasihan anak-anak kita,a�? ujarnya.

Bagaimanapun pendidikan yang layak bagi anak-anak adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya segelintir orang. Tetapi kolektif kolegial. Herman sendiri tidak habis fikir apa alasannya sehingga para pemilik toko menaruh kondom di sana. Namun jika alasannya adalah untuk menutupi rasa malu pembeli, tentu itu bukan alasan tepat.

a�?Kalau rokok saja ditaruh di tempat yang jauh dengan jangkauan anak-anak, kenapa itu juga tidak bisa ditaruh di tempat yang agak tertutup,a�? sambungnya.

Harusnya hal-hal teknis seperti ini menurutnya mudah dicari jalan keluarnya oleh para pemilik toko. Bukan hanya mencari mudahnya saja. Tetapi tidak dipikirkan dampak psikologisnya bagi anak-anak yang bisa menjangkaunya dengan mudah.

a�?Jujur kami sangat miris dengan hal ini. Harus segera disikapi,a�? tegasnya.

Menanggapi itu, Regional Manager Corporate Comuncation PT SAT, M Faruk Asrori mengatakan siap untuk mengevaluasi letak penjualan kondom. Selama ini, selama ada masukan yang sifatnya konstuktif mereka cukup terbuka. Selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi di tingkat cabang.

a�?Intinya kami mau berbisnis dengan cara yang benar,a�? kata Faruk.

Posisi kondom selama inimenang sebenarnya juga untuk memberi rasa nyaman bagi pembeli. Jangan sampai mereka tertekan, karena letak produk berada pada letak yang sulit dijangkau dan segera disimpan.

a�?Tapi kami terima masukannya. Dan akan lakukan evaluasi. Nanti itu akan dibahas ditingkat cabang,a�? janjinya.

Hanya saja, ia ingin kembali menegaskan terkait tulisan Lombok Post sebelumnya yang memuat keberatan konsumen atas harga yang berbeda antara rak dan di kasir. Faruk mengatakan peristiwa yang terjadi murni humman error. Pergantian harga kerap terjadi dalam setiap minggu. Tergantung kebijakan dari suplier pemilik produk.

a�?Bisa juga karena promo. Jadi perubahan harga akan cepat disampaikan dari pusat ke cabang hingga toko-toko,a�? terangnya.

Hanya saja persoalannya, perubahan harga, harus dilakukan secara manual di rak. Karena sistem display masih dengan cara manual. Karena itulah, dalam kasus yang sempat diangkat kemarin, kesalahan sepenuhnya ada di karyawan toko. Karena mereka tidak teliti, mengganti harga di rak-rak toko.

a�?Itu kesalahan anak toko (karyawan, Red). Sebenarnya setiap ada perbedaan harga antara rak dengan sistem, maka konsumen berhak mendapat harga termurah,a�? kilahnya.

Pada akhirnya nanti sistem ini memang akan diperbaiki. Sehingga, perubahan harga di rak toko bisa dilakuakan secara digital. Hanya saja, karena nilai investasi untuk perubahan ini butuh biaya yang besar, maka perubahan baru hanya bisa dilakukan di sebagian tempat.

a�?Ini nilai investasinya besar, jadi perubahan memang harus dilakukan secara bertahap,a�? terangnya.

Kasus ini diakuinya terus berulang. Bukan karena manajemen tidak melakukan evaluasi atas peristiwa yang telah terjadi. Tetapi lebih pada, kesiapan mereka untuk merubah sistem display harga yang butuh biaya besar.

a�?Kami punya toko sebanyak 12 ribu unit di seluruh indonesia, ini tentu butuh nilai investasi besar merubah sistemnya,a�? lanjut ia.

Terkait rumor karyawan dalam toko akan dipecat, Faruk juga menepisnya. Sebelumnya, Koran ini mendapat informasi jika Karyawan di dalam video berisi perdebatan antara konsumen dengan karyawan Alfamart, dipanggil manajemen. Belum diketahui apa isi dari pemanggilan itu. Namun ada kekhawatiran, pihak manajemen ingin cuci tangan lalu memberi punishment pada karyawan yang mengaku tidak tahu menahu terkait perubahan harga di sistem.

a�?Tidak benar (akan ada pemecatan), nanti urusan (panjang), bisa ke Disnaker kalau mereka lapor. Intinya tidak semudah itu memecat danA� menghentikan karyawan,a�? jaminnya.

Pemanggilan itu disebutnya hanya sebagai klarifikasi. Juga screening agar mereka tidak lagi, mengulangi perbuatan serupa hingga membuat konsumen kecewa. Termasuk memberikan, penjelasan kembali, jika ada konsumen menemukan harga lebih murah antara di sistem dengan di rak, maka mereka berhak mendapatkan harga termurah itu.

a�?Konsumen bagi kami tetaplah raja. Apalagi ini perusahan terbuka, milik masyarakat. Tidak mungkin kami cari keuntungan dengan cara-cara berbohong seperti itu. Sama saja kami mau menghancurkan perusahaan ini kalau seperti itu,a�? cetusnya.

Soal rencana, dewan dan Dinas Perdagangan Kota akan melakukan sidak ke toko-tokonya, Faruk mempersilahkan. Ia tidak ingin dianggap menghalang-halangi sehingga, muncul stigma ada sesuatu dibalik perbedaan harga tersebut.

a�?Hanya saja perlu saya koreksi terkait video itu. Saya lihat konsumennya mengambil produk minyak di tempat yang salah. Itu kan ada yang special ada juga yang biasa. Tapi dia sepertinya ambil yang special, makanya di sistem tercatat naik,a�? dalihnya lagi.

Sebelumnya, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Matam, sekaligus Plt Dinas Perdagangan, menyayangkan ada kejadian seperti itu. Apapun alasannya, menurutnya konsumen wajib mendapatkan informasi harga yang benar.

a�?Idealnya harus sesuai dengan di sistem, tidak boleh begitu,a�? tegasnya.

Wartan bahkan mengancam akan menurunkan tim untuk menyidak langsung toko-toko swalayan alfamart di kota Mataram. Jangan sampai, ada uapaya-upaya masif di balik perbedaan harga, tetapi ditutu-tutupi sebagai humman error atau kesalahan karyawan.

a�?Bila perlu dengan adanya ini, saya akan kerahkan anak buah saya,a�? ancamnya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Standarisasi dan Perlindungan Konsumen, Dinas Perdagangan NTB Haryono, tegas mengingatkan agar para pedagang tetap memperhatikan hak-hak konsumen. Apabila terjadi perubahan harga, perusahaan wajib memberitahukan pada konsumen. Sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

a�?Saya mendorong kalau memang konsumen merasa dirugikan dengan kejadian itu, sesuai prosedur lapor pada kami untuk ditindak lanjuti,a�? pintanya. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka