Ketik disini

Sportivo

Pantas Sepak Bola NTB Mati Suri

Bagikan

MATARAM – Sepak bola NTB belum ada kemajuan berarti. Bahkan, perkembangannya cenderung menurun.

Itu tidak terlepas dari peran sebagian pengurus sepak bola di daerah yang kurang serius. Jangankan menggelar open turnamen, mengurus administrasi saja susah.

Kurang seriusnya Asosiasi Kabupaten dan Asosiasi Kota (Askab/Askot) PSSI membuat perkembangan sepak bola makin tak terarah. Padahal, NTB punya sejarah yang bagus untuk sepak bola.

Asprov PSSI NTB mencatat ada tujuh kepengurusan Askab/Askot PSSI yang sudah mati. Yakni, Kota Bima, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Lombok Timur, Lombok Barat (Lobar), Kota Mataram, dan Kabupaten Lombok Utara. a�?Semua SK-nya itu sudah mati,a�? kata Sekretaris Asprov PSSI NTB Muhazam , kemarin (29/1).

Untuk mendorong Askab/Askot, Muhazam akan bersurat. Askab/Askot ditekankan untuk melaksanakan musyawarah kabupaten/musyawarah kota (Muskab/Muskot). Jika himbauan itu tidak diindahkan, dia mengancam bakal memberikan sanksi kepada Askab/Askot yang bandel. a�?Mereka tidak bisa ikut Musprov karena hak pilihnya juga akan dicabut,a�? jelasnya.

Berdasarkana aturan, jika kepengurusan Askab/Askot mati mereka tidak bisa memilih ketua di Musprov nanti. Selain itu, Asprov akan bersurat ke KONI untuk memberitahukan tujuh SK kepengurusan Askab/Askot yang sudah mati. a�?Kita beritahukan itu supaya Askab/Askot tidak diberikan bantuan,a�? bebernya.

Muhazam menjelaskan, sejauh ini baru Kabupaten Bima, Dompu, dan Lombok Tengah yang sudah bersurat untuk memberitahukan kepengurusannya. a�?Dompu sudah menggelar Muskab, Kabupaten Bima beberapa waktu lalu sudah memberikan kepengurusannya,a�? terangnya.

Dia mengaku, beberapa hari lalu mendapatkan kabar bahwa Askab PSSI KSB masih mempersiapkan pelaksanaan Muskab. a�?Mudahan itu bisa terwujud,a�? harapnya.

Sementara, Askab PSSI Lobar belum mengajukan kepengurusannya. Sehingga, sampai saat ini Asprov PSSI NTB belum mengeluarkan Surat Keputusan (SK). a�?Sampai saat ini kepengurusanA� Askab Lobar belum legal,a�? ujarnya.

Persoalan administratif seperti itu berdampak pada minimnya pelaksanaan event dan turnamen di daerah-daerah. a�?Kita lihat turnamen di wilayah kabupaten/kota sangat sedikit karena kepengurusannya yang tidak jelas,a�? keluhnya.

Dia berharap, Askab/Askot yang kepengurusannya mati diperbaharui kembali. a�?Itu menjadi syarat untuk memajukan sepak bola di NTB,a�? bebernya. (arl/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka