Ketik disini

NASIONAL

Penyidik Baru Panggil Dua Saksi

Bagikan

JAKARTA – Penanganan kasus dugaan suap yang menjerat mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar berjalan lambat. Sampai saat ini, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru memanggil dua orang saksi terkait kasus korupsi lintas neagra (transnasional) tersebut. Yakni, Sallyawati Rahardja dan Adrian Azhar.

Keduanya diperiksa KPK dua hari berturut-turut pada Kamis (26/1) dan Jumat (27/1). Saksi tersebut merupakan orang dekat tersangka suap, Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo.

a�?Untuk pemeriksaan saksi lainnya akan diagendakan sesuai dengan kebutuhan dalam penyidikan ini (kasus suap PT Garuda, Red),a�? ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, kemarin (29/1).

Sallyawati Rahardja merupakan pimpinan di PT Mukti Rekso Abadi (MRA). Perempuan itu kerap menduduki posisi strategis di sejumlah anak perusahaan dibawah naungan PT MRA Grup. Seperti unit usaha majalah dan otomotif. Nama Sallyawati juga sempat masuk daftar orang Indonesia yang terseret skandal Panama Papers April 2016 lalu.

Sallyawati disebut-sebut sebagai orang kepercayaan tersangka perantara suap Soetikno Soedarjo. Perempuan itu pun tercatat sering didapuk sebagai pemegang kendali urusan keuangan perusahaan PT MRA. Saat ini, Sally-sapaan Sallyawati- masuk dalam daftar nama yang dicegah ke luar negeri oleh KPK bersama dua orang mantan petinggi PT Garuda, Hadinoto Soedigno dan Agus Wahjudo.

Sama seperti Sally, saksi Adrian Azhar dipanggil untuk kebutuhan penyidikan kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Roll-Royce yang menyeret Emir. Hanya, Corporate Expert PT Garuda itu bukan saksi kunci kasus suap. Adrian tidak masuk dalam daftar nama saksi yang dicegah KPK untuk enam bulan kedepan.

a�?Keterangannya (Adrian) dibutuhkan dalam pemeriksaan ini,a�? terang Febri. Adrian juga tercatat pernah menjabat sebagai Enterprise Performance Management (EPM) Fleet Acquisition (2010-2012) dan Vice President (VP) Fleet Acquisition (2012-2015) di perusahaan pelat merah tersebut.

Febri menerangkan, penyidik tetap akan memanggil para tersangka dan saksi lain. Pemanggilan itu akan diagendakan sesuai dengan kebutuhan penyidikan. Artinya, tidak ada patokan khusus dalam pemeriksaan kasus suap dengan total uang senilai Rp 46 miliar itu. a�?Jadwalnya akan disampaikan kemudian. Termasuk juga pemeriksaan tersangka,a�? ungkapnya.

Sampai saat ini, KPK belum memberikan sinyal bakal mendalami kasus lain seperti yang diungkap dalam dokumen Serious Fraud Office (SFO), lembaga antirasuah Inggris. Menurut Febri, pihaknya masih fokus pada indikasi suap dari Soetikno kepada Emir. a�?Bila memang terdapat informasi lain yang relevan, akan didalami lebih lanjut,a�? ucap Febri normatif.

Disisi lain, Chief Executive Officer (CEO) PT MRA Grup Maulana Indraguna Sutowo membantah dugaan keterlibatan perusahaannya dalam kasus tersebut. Melalui pernyataan resmi, suami aktris cantik Dian Sastrowardoyo itu mengatakan perusahaan yang didirikan Soetikno Soedarjo itu tidak ada sangkut pautnya dengan persoalan itu. Baik secara badan hukum maupun operasional. a�?Kami menghormati dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan,a�? ucapnya. (tyo/JPG/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka