Ketik disini

Praya

Rehap LIA, AP Siapkan Rp 201 Miliar

Bagikan

PRAYAA�– Seluruh fasilias, sarana, dan prasarana di Lombok International Airport (LIA) akan direhab. Untuk keperluan itu, otoritas bandara di Praya, Lombok Tengah (Loteng), terebut menyiapkan anggaran sebesar Rp 201 miliar. Rp 78 miliar di antaranya untuk membangun masing-masing dua area parkir pesawat dan garbarata.

“Konsultan perencana sudah melakukan pengecekan, tinggal persiapan tender saja,” kata General Manager (GM) PT Angkasa PuraA� (AP) I LIA I Gusti Ngurah Ardita, Sabtu (28/1) lalu.

Fasilitas yang satu itu, kata Ardita dipastikan rampung pada pertengahan tahun ini. Pembangunannya dibarengi dengan sarana dan prasarana lainnya. Di antaranya penataan taman di bundaran bandara, area parkir kendaraan roda dua dan empat, selasar bandara, penambahan kamar mandi, tempat pembuangan sampah, area bebas merokok, taman di dalam terminal bandara dan penataan pedagang.

Anggaran Rp 201 miliar itu digelontorkan AP pusat, atas usulan otoritas LIA tahun 2016 lalu. Selanjutnya, AP pusat lagi-lagi berencana akan menggelontorkan dana segar kembali pada tahun 2018 mendatang, guna memperluas terminal bandara.

Kedepan, kata Ardita, terminal di bandara akan terbagi menjadi dua. Pertama, terminal khusus penumpang domestik dan kedua terminal penumpang internasional. Keduanya akan terpisah jauh, tidak saling bercampur baur seperti saat ini. “Perluasan terminal akan menyesuaikan penambahan apron,” kata Ardita didampingi Communication and Legal Section Head AP LIA I Nyoman Siang.

Saat ini, beber Ardita kapasitas terminal di bandara penuh sesak, sehingga perlu diperluas. Apalagi, penerbangan dari dan tujuan LIA di seluruh Indonesia semakin bertambah. Belum lagi penerbangan internasional. “Dalam waktu dekat ini, penerbangan Lombok-Bandung akan dibuka. Dilayani maskapai Lion Air,” bebernya.

Sementara penerbangan tambahan Lombok-Kupang dan Lombok-Solo, lanjut Ardita tetap berjalan lancar, tidak ada kendala sedikit pun. Kendati demikian, pihaknya mengingatkan agar Dinas Pariwisata provinsi maupun kabupaten, terus menggalakkan promosi pariwisata, tidak boleh puas dengan kondisi sekarang. “Karena dengan begitu, intensitas penumpang bandara semakin tinggi,” katanyaA�.(dss/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka