Ketik disini

Giri Menang Headline

Soal Nambung, Pak Bupati Jangan Ngalah

Bagikan

GIRI MENANGA�– Meskipun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menetapkan Dusun Nambung, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong secara sah milik Pemkab Lombok Barat (Lobar). Kenyataannya, Pemkab Loteng, masih saja ngotot wilayah yang berpenduduk 135 KK itu masuk wilayahnya.

Polemik masalah tapal batas yang belum kelar 100 persen ini pun kembali menghadirkan pertemuan antara kedua belah pihak. Yang di fasilitasi oleh Kemendagri. Pertemuan dilakukan seminggu yang lalu di Kemendagri.

Hal ini dibenarkan Wakil Ketua III DPRD Lobar Sulhan Muchlis Ibrahim. Dalam pertemuan tersebut, kata Sulhan, dirumuskan bahwa wilayah Nambung tetap milik Lobar. Ini mengacu Surat keputusan (SK) Gubernur NTB tahun 1992.

a�?Rapat di Kemendagri itu dihadiri pak sekda (Lobar, red),a�? kata Sulhan, beberapa waktu lalu.

Hanya saja, dalam pertemuan itu, perwakilan Loteng, lanjut Sulhan, tetap ngotot dan belum menerima keputusan tersebut. Sehingga, oleh Kemendagri, pihak Pemprov NTB diberikan waktu satu bulan ke depan agar melakukan negosiasi dengan Pemkab Loteng.

a�?Tetapi apabila satu bulan tetap tidak mau tandatangan (Pemkab Loteng). Maka ketentuan itu berlaku milik Lobar,a�? jelas politisi Partai PKB ini.

Diterangkan, selama Bupati Lobar H Fauzan Khalid tidak mau memberikan ruang kepada Pemkab Loteng. Artinya Dusun Nambung sah milik Lobar. Karena itu, dewan berharap orang nomor satu di Lobar itu tidak mengalah.

a�?Dan itu sudah disepakati secara regional. Baik oleh provinsi maupun oleh pusat. Kecuali Lobar mau berbagi,a�? ujarnya.

Yang tidak diinginkan, Lobar mau berbagi dengan Loteng. Karena menurutnya, bergesar satu milimeter saja di peta wilayah sama artinya ratusan hektare lahan melayang.

a�?Itu yang kita tidak mau,a�? tegasnya.

Saat ditanya alasan Pemkab Loteng tidak mau ngalah. Apa karena Nambung kini sudah mulai terkenal luas dan mulai terbangun geliat pariwisata? Sulhan enggan mengomentari hal itu. Sulhan menegaskan, pihaknya hanya mempertahankan batas teritorial.

a�?Masalah tidak terkenal atau terisolir tetap kita pertahankan. Punya potensi maupun tidak tetap kita pertahankan. Pak bupati kita minta jangan sampai mengalah,a�? pungkasnya.

Seperti diketahui, polemik tapal batas Nambung sudah lama bergulir. Baik oleh pemerintah provinsi maupun pusat, turut membantu menyelesaikan sengketa ini. Hanya saja, Pemkab Loteng masih saja mempersoalkan wilayah seluas 155 hektare (ha) tersebut miliknya. Meski Kemendagri menyatakan masuk wilayah Lobar. (zen/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka