Ketik disini

Tanjung

Targetkan Produksi 300 Ribu Mutiara Per Tahun

Bagikan

Salah satu penghasil mutiara laut selatan di NTB adalah Autore Pearl Farm yang berada di Teluk Nare, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Di kantor Autore ini pengunjung bisa melihat proses pembenihan dan pembesaran. Bahkan pengunjung bisa melihat aneka koleksi perhiasan mutiara yang dipajang di showroom yang disediakan bagi wisatawan.

***

v A�NTB khususnya Lombok dikenal sebagai daerah penghasil mutiara. Tidak jarang setiap wisatawan yang datang ke Lombok selalu mencari mutiara sebagai buah tangan. Baik itu mutiara air tawar maupun mutiara laut selatan.

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang mutiara laut selatan adalah Autore Pearl Farm yang berada di Lombok Utara. Saat koran ini mengunjungi kantor cabang Autore di Teluk Nare, Kecamatan, Pemenang terlihat beberapa pegawai sedang bekerja membersihkan jaring mutiara di bagian belakang kantor. Laki-laki dan perempuan paro baya itu terlihat telaten membersihkan jaring dari kotoran agar bisa digunakan kembali untuk pembenihan kerang mutiara.

Tidak jauh dari bangunan utama, terlihat dua bangunan berada di daerah pantai. Satu bangunan digunakan sebagai lokasi pengecekan kesehatan mutiara dan satu lokasi digunakan sebagai showroom perhiasan mutiara.

Manajer Autore Lombok Utara Ion Suseno kepada Lombok Post menjelaskan, proses untuk memperoleh mutiara membutuhkan waktu cukup panjang yakni selama empat tahun. Di mana pada dua tahun pertama kerang akan dipelihara, kemudian dilakukan proses penanaman inti mutiara. Setelah inti mutiara ditanam, maka dibutuhkan waktu lagi dua tahun sebelum dipanen.

a�?Beberapa bulan sejak ditanam benih dan diletakkan di laut lepas, kerang mutiara ini diperiksa perkembangannya. Mana yang bisa berkembang dengan baik dan tidak dipisahkan,a�? jelasnya.

Setelah melalui proses pemeriksaan tersebut, kerang mutiara kembali dibawa ke lepas pantai. Di lokasi lepas pantai yang dijadikan tempat pembiakan mutiara ini terlihat beberapa pelampung bundar yang diletakkan sebagai penanda. a�?Tidak bisa ditaruh di pinggir pantai. Harus agak ke tengah karena kerang mutiara juga butuh plankton untuk berkembang,a�? katanya.

Untuk mengurus segala operasional dari awal hingga akhir, Autore mempekerjakan 80 orang karyawan. Pembagian tugas pun sudah jelas. Di mana hanya tenaga ahli yang bisa bekerja di laboratorium. a�?Lainnya bekerja karena sudah biasa. Hanya di lab (laboratorium) yang harus tenaga ahli,a�? cetusnya.

Selama ditenggelamkan pun pertumbuhan mutiara pun masih rentan. Apalagi jika cuaca buruk, tidak jarang banyak kerang yang tidak bisa tumbuh dan gagal menghasilkan mutiara. Namun untuk memenuhi target produksi, Autore harus mencari kerang mutiara lain dari pihak ketiga lainnya untuk dikembangkan dan bisa menghasilkan butiran mutiara.

Untuk biaya produksi atau operasional yang dibutuhkan seluruh proses dari awal hingga akhir mencapai Rp 2,5 miliar hingga Rp 3 miliar per bulan. a�?Kita targetkan kapasitas produksi 300 ribu butir per tahun,a�? katanya.

Ditambahkan, biasanya target tersebut terpenuhi setiap tahunnya. Tetapi ada kalanya target tidak tercapai karena terkendala cuaca. Meskipun begitu target produksi setiap tahun terus meningkat. a�?Mutiara ini diekspor ke Eropa, Jepang, dan Hongkong,a�? katanya.

Seno menjelaskan, mutiara yang dihasilkan dari grade A hingga C. Di mana grade A merupakan grade yang paling tinggi mutunya. Untuk harga mutiara yang dijual berkisar antara Rp 300 ribu hingga puluhan juta.

Ditambahkannya, saat ini event-event mutiara di NTB masih kurang. Berbeda dengan Hongkong yang sangat sering menggelar event pameran maupun lelang mutiara. Sehingga Hongkong menjadi salah satu tujuan ekspor mutiara. (PUJO NUGROHO, Tanjung/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka