Ketik disini

Headline Sumbawa

Bupati : Banjir Sumbawa Akibat Illegal Logging

Bagikan

SUMBAWAA�– Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa diminta untuk segera membuat surat terkait tanggap darurat. Hal ini dilakukan agar dana yang bersifat kedaruratan bisa dicairkan. Nantinya dana tersebut akan digunakan untuk penanganan pascabanjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB A�Muhammad Rum mengatakan, pihaknya bersama Kepala BWS NTB sudah turun ke lapangan. Hal ini dilakukan guna memastikan kondisi infrastruktur dan masyarakat yang terdampak akibat bencana banjir. Saat ini, pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Masyarakat sudah membersihkan rumahnya masing-masing yang kotor akibat banjir.

Pihaknya juga sudah turun ke sejumlah lokasi yang terjadi banjir. Adapun curah hujan yang terjadi di Sumbawa cukup ekstrem. Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah agar memperhatikan drainase yang ada.

Dikatakan, BPBD NTB memberikan arahan kepada Pemkab Sumbawa untuk membuat surat tanggap darurat. Sebab ini adalah dasar untuk mencairkan anggaran yang sifatnya kedaruratan. Baik itu di kabupaten, provinsi ataupun pusat. ”Dengan adanya surat ini, bisa menjadi solusi dalam kondisi tanggap darurat,” ujar Rum saat turun lapangan memantau kondisi pascabanjir di Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, kemarin(30/1).

Rum mengatakan, pihaknya juga meminta pemda melakukan rehabilitasi dengan cepat. Apalagi saat ini baru permulaan kondisi hujan. Diharapkan kesiap-siagaan pemerintah daerah dengan cara membuat SK tim tanggap darurat dan poskonya ditetapkan di Sekretariat Daerah Sumbawa. Nantinya, posko ini akan dijadikan tempat untuk rapat dari tim tanggap darurat. Sebab, curah hujan yang tinggi masih harus diantisipasi.

Sementara itu, Kepala BPBD Sumbawa Zainal Abidin mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan tertulis dari pihak kecamatan yang terkena banjir. Dipaparkan, di Kecamatan Sumbawa, banjir terjadi di Karang Goreng, Kelurahan Samapuin. Di Kecamatan Unter Iwes, banjir terjadi di Desa Nijang. Sementara di Kecamatan Labuhan Badas, banjir terjadi di Desa Karang Dima.

”Kita harapkan data tertulis dari kecamatan. Sehingga laporan yang disampaikan, merupajan data yang real. Data ini juga akan disampaikan ke pusat dan provinsi. Kita harapkan pihak kecamatan ataupun desa memberi data,” katanya

Banjir yang menggenangi Kota Sumbawa pada Minggu sore (29/1) ini dipastikan terjadi karena tingginya tingkat deforestasi akibat illegal logging atau perambahan hutan secara liar.Bupati Sumbawa HM Husni Djibril menegaskan, memang secara teknis banjir di dalam kota akibat tidak berfungsinya saluran drainase. Tapi secara umum banjir itu karena illegal logging.

”Ini akibat langsung yang kita rasakan dari illegal logging. Itu yang sekarang kita nikmati. Bagi masyarakat yang terusik dengan adanya itu, mari kita bersama-sama menggempur dan memusuhi pelaku illegal logging dari manapun dan siapapun itu,” tegas bupati.

Menurut bupati, banjir terjadi bukan karena hujan yang besar, tapi hujan yang berkepanjangan. Kemudian sungai-sungai kecil penuh dan meluap. Masyarakat kerap menyalahkan pemerintah atas musibah banjir ini. Meski demikian, harus diakui bahwa drainase di pinggir-pinggir jalan besar nasional dan jalan protokol terjadi pendangkalan. Maka bupati menginstruksikan instansi terkait untuk mengeruk s drainase agar pendangkalan tidak lagi terjadi.

Selain itu, banjir terjadi karena ada tanggul yang jebol. Air ini kemudian masuk ke permukiman dan melibihi daya tampung saluran. Bupati juga sudah langsung turun memantau banjir pada Minggu malam. Malam itu juga telah dibangun dapur umum yang dikosentrasikan di Dinas Sosial karena kondisi lapangan masih tergenang. ”Saya sudah turun jam 11 malam dan mengintruksikan kepada seluruh SKPD terkait untuk semuanya turun. Kita langsung mengambil tindakan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang butuh pangan,” ujar bupati. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka